Menuju konten utama

Percepatan Belanja Negara Jadi Kunci Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Kualitas belanja negara dinilai faktor penting agar kebijakan fiskal dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi perekonomian.

Percepatan Belanja Negara Jadi Kunci Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi APBN. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah terus mendorong reformasi fiskal guna meningkatkan efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di tengah upaya tersebut, kualitas belanja negara dinilai sebagai faktor penting agar kebijakan fiskal dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi perekonomian.

Menurut Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, masih terdapat peluang besar bagi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas belanja. Ia menyoroti pola realisasi anggaran yang kerap terkonsentrasi pada periode akhir tahun.

"Dalam banyak kasus, realisasi belanja pemerintah baru terjadi pada kuartal kedua atau bahkan ketiga," ujar Fakhrul dalam diskusi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pola penyerapan yang lambat di awal tahun dinilai menjadi perhatian karena berpotensi melemahkan daya dorong APBN terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya pada kuartal pertama.

Lebih lanjut, Fakhrul menekankan bahwa orientasi belanja negara ke depan harus bertransformasi. Ia menilai selama ini terlalu banyak alokasi anggaran yang hanya dikejar untuk memenuhi target serapan, tanpa memperhatikan mutu dan hasil akhir dari belanja tersebut.

"Banyak belanja negara akhirnya hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, bukan pada kualitas belanja," ungkapnya.

Menurutnya, belanja yang berkualitas harus memenuhi tiga unsur utama: tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat. Ketiga elemen ini akan memperbesar multiplier effect terhadap perekonomian dibandingkan sekadar mengejar angka realisasi semata.

Di sisi lain, Fakhrul mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan fiskal. Dorongan untuk mempercepat penyerapan anggaran sejak awal tahun dinilai sebagai sinyal positif.

Ia menilai percepatan ini dapat memperkuat fungsi APBN, baik sebagai alat distribusi kesejahteraan maupun sebagai motor penggerak aktivitas ekonomi nasional.

"Namun, langkah ini tetap memerlukan pengawasan ketat agar akuntabel dan transparan," ucapnya.

Baca juga artikel terkait APBN atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Flash News
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama