Menuju konten utama

Siapa Letjen (Purn) Setyo Sularso? Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso telah berkarier sejak 1982. Ia pernah menjabat Pangdam Udayana hingga Kaskostrad.

Siapa Letjen (Purn) Setyo Sularso? Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Letjen (purn) TNI Setyo Sularso. FOTO/divif2.kostrad.mil.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Letjen (Purn) Setyo Sularso adalah sosok purnawirawan jenderal bintang tiga yang berkiprah di dunia militer tanah air mulai tahun 1982 hingga 2017. Berikut profil lengkap dan rekam jejaknya.

Muhammad Setyo Sularso merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki perjalanan karier panjang sejak lulus dari Akademi Militer pada 1982.

Ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari komandan satuan tempur, pimpinan di lingkungan Kostrad, Panglima Kodam IX/Udayana, hingga mencapai posisi Inspektur Jenderal TNI sebelum memasuki masa purnatugas dengan pangkat Letnan Jenderal.

Profil dan Rekam Jejak Letjen (Purn) Setyo Sularso

Muhammad Setyo Sularso lahir pada 27 Mei 1959 dan merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1982.

Selama lebih dari tiga dekade pengabdiannya di lingkungan militer, ia dikenal sebagai perwira infanteri yang meniti karier secara bertahap dari level komandan peleton hingga menduduki jabatan strategis di tingkat Markas Besar TNI.

Jabatan terakhir yang diembannya sebelum memasuki masa purnatugas adalah Inspektur Jenderal (Irjen) TNI pada tahun 2016. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Panglima Kodam IX/Udayana yang membawahi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Setyo Lulusan Akmil

Karier militer Setyo Sularso dimulai setelah lulus dari Akmil pada tahun 1982. Sebagai perwira muda infanteri, ia mengawali penugasan di lingkungan Kodam Udayana dengan berbagai jabatan komandan peleton dan komandan kompi di satuan Yonif 745/Satya Yudha Bhakti dan Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha.

Pada masa awal kariernya, ia juga terlibat dalam operasi militer di Timor Timur (kini Timor-Leste) selama periode 1982–1988. Selain pengalaman operasi, ia juga secara konsisten mengikuti berbagai pendidikan militer lanjutan, termasuk Sussarcabif, Susdanki, Suslapa Infanteri, Diklapa II, Seskoal, Sesko TNI, Kursus Danrem, hingga pendidikan di Lemhannas RI.

Karier Setyo di Era Tahun 2000-an

Pada dekade 1990-an hingga awal 2000-an, Setyo Sularso menempati sejumlah posisi staf dan komando yang memperluas pengalamannya baik di bidang operasi, intelijen, maupun pembinaan personel.

Ia pernah menjadi Kasi Binkar Spers Divisi 1/Kostrad, Kasi Operasi Kontingen Garuda XII yang bertugas dalam misi perdamaian internasional, Dandenma Divif 1/Kostrad, hingga Kasi Intelijen Korem 073/Makutarama.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya dipercaya menjadi Komandan Yonif 401/Banteng Raider pada 1998, salah satu satuan infanteri yang cukup dikenal di lingkungan Kodam IV/Diponegoro. Setelah itu, ia menjabat sebagai Dandim 0732/Sleman dan Dandim 0733/Semarang sebelum naik menjadi Kepala Staf Korem 072/Pamungkas.

Setyo Duduki Tingkat Komando

Karier Setyo terus menanjak ketika dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di tingkat komando daerah militer dan markas besar. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Intelijen Kasdam XVI/Pattimura, Staf Ahli Pangdam Jaya bidang Ideologi, Aster Kasdam Jaya, dan Paban III/Wanwil Sterad.

Pada tahun 2007 ia dipercaya menjadi Danrem 072/Pamungkas, kemudian Irdam XVII/Cenderawasih, Dandenma Mabes TNI, Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI (Wakapuspen TNI), serta Kepala Staf Kodam V/Brawijaya.

Ketika berpangkat Brigadir Jenderal, ia memperoleh kepercayaan memimpin Divisi Infanteri 2/Kostrad sebagai Pangdivif 2/Kostrad pada tahun 2012. Setelah menjabat sebagai Pangdivif 2/Kostrad, Setyo Sularso dipercaya menjadi tenaga pengajar bidang geostrategi dan ketahanan nasional di Lemhannas RI sebelum diangkat sebagai Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) pada 2014.

Jadi Pangdam IX/Udayana

Kariernya mencapai puncak ketika pada tahun 2015 ia dilantik menjadi Pangdam IX/Udayana dengan pangkat Mayor Jenderal. Setahun kemudian, ia mendapatkan promosi menjadi Letnan Jenderal dan menduduki jabatan Inspektur Jenderal TNI.

Sepanjang kariernya, Setyo Sularso juga memiliki pengalaman penugasan internasional melalui Kontingen Garuda XII dalam misi perdamaian PBB di Kamboja pada periode 1992-1993.

Keterlibatannya dalam misi internasional tersebut membuatnya menerima UNTAC Medal dari United Nations Transitional Authority in Cambodia. Selain itu, ia juga beberapa kali terlibat dalam operasi militer di Timor Timur pada era sebelum referendum kemerdekaan wilayah tersebut.

Tanda Kehormatan Militer

Atas pengabdiannya, Setyo Sularso menerima berbagai tanda kehormatan negara dan militer. Penghargaan yang diterimanya antara lain Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.

Ia juga memperoleh sejumlah Satyalancana seperti Satyalancana Kesetiaan 8, 16, 24, dan 32 Tahun, Satyalancana Dharma Nusa, Satyalancana Seroja, Satyalancana Dharma Bantala, Satyalancana Santi Dharma, serta Satyalancana Dwidya Sistha.

Dari luar negeri, ia menerima penghargaan Knight of the Royal Order of Sahametrei dari Kerajaan Kamboja. Di bidang kualifikasi militer, ia memiliki Brevet Yudha Wastu Pramuka, Brevet Para Dasar, dan Brevet Seskoal.

Dalam kehidupan keluarga, Letjen TNI (Purn.) Muhammad Setyo Sularso juga dikenal sebagai besan dari mantan Panglima TNI, Andika Perkasa. Hubungan keluarga tersebut terjalin melalui pernikahan putrinya, Nissa Avina Pilar, dengan Alexander Wiratama Perkasa Hendropriyono, putra Andika Perkasa.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra