Menuju konten utama

Amran Sebut Stok Beras Aman 10 Bulan, Tak Perlu Khawatir El Nino

Amran merinci stok beras per Juni mencapai 5,2 juta ton ditambah estimasi standing crop sebesar 10-11 juta ton dan cadangan restoran dkk total 12,5 ton.

Amran Sebut Stok Beras Aman 10 Bulan, Tak Perlu Khawatir El Nino
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, memastikan cadangan pangan nasional, khususnya beras, dalam kondisi aman di tengah ancaman fenomena El Nino Godzilla.

Berdasarkan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto, stok beras nasional mencukupi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.

Amran merinci, stok beras per Juni mencapai 5,2 juta ton. Angka ini ditambah dengan estimasi standing crop sebesar 10-11 juta ton serta cadangan beras di sektor hotel, rumah tangga, dan restoran yang mencapai 12,5 juta ton.

“Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya, itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan bulan April. Juli sampai April itu 10 bulan ke depan,” ujar Amran usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Untuk memitigasi risiko El Nino Godzilla yang diprediksi BMKG, Amran menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) telah menjalankan berbagai langkah strategis.

Program tersebut meliputi pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, hingga optimalisasi lahan rawa yang meningkatkan produktivitas panen menjadi dua hingga tiga kali setahun.

“Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, insyaallah untuk pangan aman,” tegasnya.

Amran juga menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membuka keran impor beras medium pada tahun 2025. Menurutnya, produksi dalam negeri saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Tahun 2025 tidak ada keluar izin impor beras medium. Dan Bulog, kapasitas Bulog hanya 3 juta ton, tapi stok kita 5,2 juta ton. Artinya Bulog hari ini menyewa gudang 2,2 juta ton. Yang belum yakin silahkan ke gudang Bulog seluruh Indonesia,” jelas Amran.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga stabilitas pangan juga terlihat dari posisi beras yang tidak lagi menjadi penyumbang inflasi utama selama dua tahun berturut-turut.

Amran memastikan pemerintah akan terus menjaga ketersediaan pangan agar tetap stabil bagi masyarakat.

“Jadi, kami ingin supaya tenang, pangan tersedia, dan satu lagi, beras bukan lagi penyumbang inflasi utama. Ini sudah dua tahun berturut-turut. Ini disampaikan oleh Pak Mendagri (Tito Karnavian),” ujarnya.

Baca juga artikel terkait PANGAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher