tirto.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan saat ini pemerintah masih melakukan finalisasi anggaran jelang pelaksanaan program Magang Nasional (MagangHub) tahun 2026.
Pembahasan tahap akhir terkait dana tersebut dilakukan bersama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg).
“Itu gambaran kondisi saat ini untuk persiapan angkatan dua program Magang Nasional,” ungkap Menaker Yassierli dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kamis (18/6/2026), seperti dikutip Antara.
Yassierli menuturkan bahwa uang saku bagi para peserta Magang Nasional tahun ini juga masih sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, dan tak menggunakan mekanisme berbagi beban (burden sharing) dengan perusahaan mitra, sebagaimana sempat diwacanakan beberapa waktu lalu.
“Ada wacana awalnya bahwa uang sakunya (peserta) itu sharing (dengan perusahaan mitra). Tapi akhirnya kami memutuskan sama seperti angkatan (Magang Nasional) pertama. Jadi 100 persen ditanggung oleh pemerintah,” ujar Yassierli.
Pemerintah juga telah mengonfirmasi bahwa jumlah peserta yang merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dalam pelaksanaan Magang Nasional angkatan kedua atau tahun 2026 adalah sebanyak 150 ribu orang.
“Hasil rapat lintas kementerian, sebenarnya secara prinsipal itu kita sudah menyetujui bahwa, pertama, adalah peningkatan jumlah peserta, yang awalnya (pada tahun 2025) sebanyak 100 ribu, kemudian (tahun 2026) 150 ribu (peserta),” kata Menaker.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































