Menuju konten utama

DPRD DKI Jakarta Dorong Peningkatan Kualitas Ruang Publik

DPRD DKI mendorong agar taman kota, trotoar, RPTRA, sampai jalur pedestrian dibangun dan dipelihara dengan standar yang memenuhi kebutuhan warga.

DPRD DKI Jakarta Dorong Peningkatan Kualitas Ruang Publik
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino. FOTO/dok.DDJP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - DPRD DKI Jakarta menaruh perhatian besar pada peningkatan mutu ruang publik di wilayah ibu kota. Mengingat Jakarta sebagai kota metropolitan dengan tingkat mobilitas dan kepadatan tinggi, ruang publik tidak lagi sekadar area berkumpul orang. Ruang publik dibutuhkan untuk menjadi menjadi ruang interaksi sosial, sarana rekreasi, hingga medium ekspresi warga.

Atas dasar itu, DPRD DKI mendorong agar taman kota, trotoar, RPTRA, sampai jalur pedestrian di Jakarta dibangun dan dipelihara dengan standar yang menjamin kenyamanan, keamanan, sekaligus inklusivitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui pelaksanaan fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD DKI berupaya agar setiap pembangunan maupun revitalisasi ruang publik benar-benar menjawab kebutuhan riil warga.

DPRD DKI pun terus mengawal pemenuhan berbagai elemen krusial di ruang publik: kebersihan, pencahayaan, sistem keamanan, akses bagi warga difabel, hingga kelengkapan fasilitas pendukung seperti bangku, area bermain anak, dan ruang terbuka hijau.

Di sisi lain, warga Jakarta didorong terlibat merawat serta memanfaatkan ruang publik secara positif. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat ini diharapkan membuat ruang publik menarik secara visual, produktif, sekaligus memperkuat kebersamaan warga serta identitas kota.

Penataan Kawasan Rasuna Said

Salah satu titik ruang publik yang sempat disorot oleh DPRD DKI Jakarta adalah kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Sebelumnya, area tersebut tidak sedap dipandang karena ada deretan tiang beton sisa proyek monorel yang mangkrak.

Kini, kondisi telah berubah setelah Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah memotong seluruh tiang bekas proyek monorel di sana. Penataan ulang kawasan dan ruas jalan pun terus dilakukan guna menghadirkan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengapresiasi langkah Pemprov DKI dalam membenahi kawasan Rasuna Said. Hilangnya tiang-tiang monorel menjadi momentum awal transformasi koridor Kuningan menuju kawasan yang lebih estetik sekaligus fungsional.

Penataan tersebut, lanjut Wibi, tidak sebatas memperbaiki kualitas jalan bagi kendaraan bermotor. Lebih dari itu, penataan diarahkan pada pendekatan yang lebih manusiawi dan mengakomodasi aspirasi masyarakat.

Wibi menjelaskan, fokus pembenahan juga menyentuh kualitas ruang publik secara menyeluruh. Di antaranya pelebaran trotoar yang ramah difabel, penyediaan jalur sepeda yang aman, penambahan ruang hijau dan pohon peneduh, peningkatan pencahayaan, hingga pembenahan sistem drainase.

Sebagai salah satu pusat bisnis utama Jakarta, Rasuna Said memiliki posisi strategis sebagai representasi ibu kota di mata dunia. "Rasuna Said adalah etalase kawasan bisnis Jakarta," ucap Wibi.

Trotoar untuk Pejalan Kaki

Pengembalian fungsi trotoar sepenuhnya bagi pejalan kaki dinilai sebagai langkah konkret dalam menekan tingkat pencemaran udara di Jakarta. Optimalisasi trotoar diyakini menjadi faktor penting untuk mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Wibi menegaskan, "Kita ingin trotoar bisa digunakan oleh para pejalan kaki secara merdeka."

Ia menambahkan, pengendalian pencemaran udara harus dimulai dari penyediaan akses dasar menuju moda transportasi publik. Masyarakat tidak akan tertarik beralih jika akses jalan kaki menuju halte, stasiun, atau titik transit belum aman dan nyaman. "Untuk itu, akses jalannya harus tersedia dan merata," tambah Wibi.

Dengan demikian, penataan kawasan harus mencerminkan karakter kota global yang tertib, nyaman, serta berorientasi pada pejalan kaki dan transportasi publik.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis