Menuju konten utama

Dokter: Pola Hidup Sehat & Cek Kesehatan Penting Sejak Usia Muda

Menjaga kesehatan sejak muda dapat dilakukan dengan pola hidup sehat, aktif berolahraga, dan rutin menjalani skrining riwayat kesehatan.

Dokter: Pola Hidup Sehat & Cek Kesehatan Penting Sejak Usia Muda
dr. Dedi Wahyu Indrawijaya. FOTO/dok. BPJS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menjaga kesehatan tidak harus menunggu sakit dulu. Itulah pesan utama dr. Dedi Wahyu Indrawijaya (41), dokter Puskesmas Campurejo, yang menekankan pentingnya kesadaran hidup sehat sejak usia muda, terutama bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut dr. Dedi, penerapan pola hidup sehat sejak usia muda bisa membantu pencegahan penyakit lebih dini.

"Anak muda perlu memahami penyakit yang kini banyak muncul agar bisa lebih sadar dalam mengatur pola makan dan menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi, dan cukup minum air putih," kata dia saat ditemui di Kota Kediri.

Pola makan seimbang, lanjutnya, tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan secara umum. Kebiasaan konsumsi yang sehat juga berguna dalam mencegah berbagai penyakit serius yang kini tidak jarang dialami anak muda, seperti gagal ginjal.

Salah satu kebiasaan yang ia soroti adalah kecenderungan anak muda memilih minuman kemasan manis ketimbang air putih. dr. Dedi mengingatkan, kebiasaan ini berisiko serius bagi kesehatan ginjal jika dilakukan secara berlebihan.

"Saat ini banyak anak muda lebih memilih minuman manis kemasan daripada air putih. Padahal, air putih merupakan kebutuhan utama tubuh karena hampir 70 persen tubuh manusia terdiri atas air," kata dr. Dedi.

"Jika asupan air putih kurang, tubuh dapat mengalami dehidrasi yang pada akhirnya memengaruhi fungsi organ tubuh. Karena itu, konsumsi air putih yang cukup setiap hari sangat penting untuk dijaga," tambahnya.

Selain pola makan, dr. Dedi mendorong masyarakat untuk aktif berolahraga. Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu tidak harus dilakukan dengan olahraga berat. Misalnya, cukup dengan berjalan kaki 30 menit setiap hari selama lima hari dalam seminggu.

"Olahraga tidak harus berat. Yang penting dilakukan secara rutin. Jalan kaki 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu sudah menjadi langkah sederhana yang baik untuk menjaga kesehatan. Yang terpenting, aktivitas fisik ringan dilakukan secara konsisten," jelas dr. Dedi.

Satu langkah lagi yang tidak kalah penting adalah skrining riwayat kesehatan secara berkala, minimal sekali dalam satu tahun.

Dia menjelaskan, skrining secara rutin memungkinkan deteksi masalah kesehatan sebelum gejala muncul. Dengan begitu penanganan penyakit bisa dilakukan sejak dini.

"Lebih baik tahu [masalah kesehatan] lebih awal, daripada tahu tapi terlambat. Skrining kesehatan penting karena bisa mendeteksi masalah lebih cepat dan mencegah penyakit sebelum terjadi, daripada menunggu hingga harus mengobatinya," ujarnya.

"Manfaatnya sangat besar, karena kita bisa bertindak lebih cepat sebelum sakit."

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menjelaskan bahwa Program JKN tidak hanya menanggung biaya pengobatan saat peserta sakit.

Program JKN juga dirancang untuk mendorong peserta aktif menjaga kesehatan sebelum jatuh sakit melalui upaya promotif dan preventif.

"Melalui Program JKN, peserta diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan sejak dini sangat penting. Dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan melakukan skrining riwayat kesehatan minimal setahun sekali, peserta JKN dapat mencegah risiko penyakit dan menjaga kualitas hidup tetap optimal," kata Tutus.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis