Menuju konten utama

Dishub Ungkap Dua Biang Kerok Permasalahan PJU Mati di Tangsel

Dua persoalan itu ialah pencurian komponen PJU dan gangguan jaringan akibat kabel fiber optik (FO) yang menumpang pada tiang PJU di Tangsel.

Dishub Ungkap Dua Biang Kerok Permasalahan PJU Mati di Tangsel
Petugas dari Bidang Penerangan Jalan Umum Dishub Tangsel Sedang Memperbaiki Lampu yang Rusak di Lingkungan Warga. tirto.id/ Jupri Nugroho
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti persoalan pencurian komponen Penerangan Jalan Umum (PJU) dan gangguan jaringan akibat kabel fiber optik (FO) yang menumpang pada tiang PJU di Tangsel.

Dishub menilai dua persoalan ini bukan hanya berdampak pada layanan penerangan, tetapi juga memengaruhi efisiensi belanja pemeliharaan.

Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan gangguan PJU di lapangan tidak selalu murni disebabkan faktor teknis.

“Masih terjadi kehilangan kabel, lampu, dan isi dari panel,” kata Ayep, Rabu (4/2/2026).

Dishub juga menyoroti pemasangan kabel FO yang menumpang pada tiang PJU. Menurut Ayep, kondisi tersebut dapat mengganggu jaringan penerangan jalan.

“Kabel FO yang menumpang pada tiang PJU sehingga mengganggu jaringan PJU,” tutur Ayep.

Pada 2025, Dishub melakukan pemeliharaan atau perbaikan PJU sebanyak 6.214 titik lampu pada 3.355 lokasi. Selain itu, rehabilitasi atau perbaikan jaringan PJU dilakukan pada 18 ruas jalan.

Ayep menjelaskan pekerjaan pemeliharaan PJU juga kerap menghadapi kendala teknis lain. Misalnya, akses menuju lokasi perbaikan yang tidak terjangkau mobil hidrolik (skylift), hingga cuaca yang tidak menentu.

“Akses menuju lokasi dan akses lokasi perbaikan tidak terjangkau mobil hidrolik/skylift. Kondisi cuaca juga tidak menentu,” kata Ayep.

Dishub mencatat persoalan pelaporan masyarakat yang tidak selalu mudah ditindaklanjuti. Dalam sejumlah kasus, petugas kesulitan melakukan perbaikan karena pelapor tidak dapat dihubungi atau tidak berada di lokasi.

“Ada juga pelapor yang tidak bisa dihubungi atau tidak terdapat pada lokasi,” ucap Ayep.

Persoalan pemeliharaan menjadi krusial mengingat jumlah PJU di Tangsel terus bertambah. Hingga 2025, Dishub mencatat total PJU di Kota Tangerang Selatan mencapai 69.371 titik lampu.

Pada tahun yang sama, Dishub juga melaksanakan pembangunan PJU sebanyak 2.544 titik lampu, terdiri dari program “Tangsel Terang” sebanyak 1.444 titik dan pembangunan PJU hasil musrenbang serta reses sebanyak 1.100 titik.

Berdasarkan data Dishub Tangsel, total PJU di Kota Tangerang Selatan hingga 2025 tercatat mencapai 69.371 titik lampu. Pada tahun yang sama, Dishub juga melaksanakan pembangunan PJU sebanyak 2.544 titik, yang terdiri dari program “Tangsel Terang” sebanyak 1.444 titik dan pembangunan hasil musrenbang serta reses sebanyak 1.100 titik.

Di sisi lain, grafik pembayaran listrik PJU menunjukkan nilai tagihan bulanan pada 2023 masih berada di kisaran Rp3,82 miliar hingga Rp4,23 miliar.

Pada 2024, nilai tagihan turun ke rentang sekitar Rp3,64 miliar hingga Rp3,92 miliar. Sementara pada 2025, tagihan kembali menurun, bahkan pada November 2025 tercatat Rp3,06 miliar.

Ayep menyebut tren penurunan tagihan itu berkaitan dengan upaya efisiensi yang dilakukan sejak 2024. Salah satu langkah yang disebut krusial adalah monitoring panel KWH PJU untuk memastikan kondisi panel dan verifikasi tagihan PLN.

“Mulai tahun 2024 dilakukan monitoring atas panel KWH PJU untuk memastikan kondisi panel serta verifikasi atas tagihan PLN,” kata Ayep.

Dishub juga mempercepat program metering KWH. Pada 2024, metering dilakukan terhadap 37 panel KWH. Hingga 2025, jumlah metering bertambah menjadi 59 KWH meter.

Selain itu, Dishub melakukan penggantian lampu PJU jenis SON-T (merkuri) yang dinilai lebih boros energi, menjadi lampu LED. Pada 2024, Dishub mengganti 1.383 lampu SON-T, sedangkan pada 2025 jumlah penggantian meningkat menjadi 2.107 lampu.

“Dishub Tangsel terus melakukan penggantian lampu PJU atas lampu SON-T dengan lampu LED. Ini dilakukan untuk menurunkan penggunaan daya listrik,” ujar Ayep.

Ayep menambahkan, Dishub juga melakukan penyesuaian daya lampu berdasarkan tipe jalan dan lebar ruas jalan. Menurut dia, langkah itu diperlukan agar penerangan tetap memadai, namun tidak berujung pada pemborosan konsumsi listrik.

Di tengah penambahan titik lampu, Dishub menyebut efisiensi anggaran tetap menjadi perhatian, termasuk lewat penggantian lampu boros energi dan pembenahan tata kelola panel.

Ayep menegaskan, efisiensi tidak akan maksimal apabila persoalan pencurian komponen dan kabel FO liar terus berulang.

“Kalau komponen hilang atau jaringan terganggu, otomatis pemeliharaan menjadi lebih berat. Itu berdampak pada biaya dan waktu penanganan,” kata Ayep.

Menurut Dishub, pencurian kabel dan isi panel bukan hanya menyebabkan lampu padam, tetapi juga memaksa pemerintah daerah mengeluarkan biaya tambahan untuk penggantian material, perbaikan jaringan, hingga pengerahan alat khusus ke lokasi.

“Karena itu, selain efisiensi listrik, kami juga fokus pada pengamanan aset PJU dan penertiban gangguan jaringan,” ujar Ayep.

Dishub menilai penataan kabel FO yang menumpang pada tiang PJU menjadi salah satu agenda penting dalam menjaga layanan penerangan jalan.

Sebab, tanpa pengendalian faktor-faktor tersebut, belanja pemeliharaan PJU berisiko terus terkuras, meskipun langkah efisiensi konsumsi listrik sudah dilakukan.

=========

Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait TANGERANG SELATAN atau tulisan lainnya dari Tangsel_Update

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tangsel_Update
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama