tirto.id - Solidaritas terhadap perjuangan warga Pati bergelora dalam aksi unjuk rasa RUU Perampasan Aset di depan gerbang DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Pantauan reporter Tirto di lokasi, massa aksi yang bersolidaritas unjuk rasa tersebut bukan hanya berasal dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Terdapat emak-emak dan ratusan pengendara ojek online.
"Mereka sudah merampas hak-hak hidup orang banyak. Karena mereka kita miskin. Karena kita mereka sekarat, dan karena mereka Indonesia rusak," kata seorang ibu-ibu dari atas mobil komando di lokasi aksi.
Sementara itu, tidak begitu jauh dari tempat unjuk rasa, ratusan ojol sempat tertahan pihak polisi untuk bisa bergabung dengan massa aksi. Tak berselang lama perwakilan dari AMPB membuka jalan bagi para pengemudi ojol ini.
"Lebih kayanya dari seratus ada bergabung [aksi]. Semoga dengan adanya aksi hari ini, kasus korupsi bisa enggak ada lagi," ucap Diki.
Meski begitu dirinya tidak menampik, keberadaan mereka rawan menjadi celah bagi provokator masuk ke dalam barisan massa aksi. Namun, para pengemudi ojol sudah paham betul untuk membedakan identitas tersebut.
"Ini solidaritas ojol, tapi mereka mudah dimasukin [provokator]. Bahasa mereka udah beda, [kelihatan waktu] kita tanya juga. Sudah kelihatan gelagatnya," lanjut Diki.
Saat perwakilan AMPB Botok tengah melakukan audiensi ke dalam DPR RI, seorang orator menegaskan bahwa solidaritas aksi hari ini berasal dari berbagai daerah.
"Kami semua di sini dari Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Sumatra, dan Jawa. Para aktivis yang hebat dan pemberani di daerah Pati, Mudah-mudahan kita mendapatkan kemenangan," tegasnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































