Menuju konten utama

Dasco Soal Penulisan Ulang Sejarah: Jangan Tuduh Ada Kepentingan

Dasco mengimbau publik menilai hasil penulisan sejarah RI setelah didalami oleh Komisi X DPR RI.

Dasco Soal Penulisan Ulang Sejarah: Jangan Tuduh Ada Kepentingan
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (4/6/2025). Tirto.id/Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Wakil Ketua DPR RI dan anggota Komisi III, Sufmi Dasco Ahmad, mengimbau agar masyarakat tidak langsung menilai buruk penulisan ulang sejarah RI oleh Kementerian Kebudayaan sebelum didalami oleh Komisi X DPR RI.

“Kita kan gak tahu. Jangan menuduh ada kepentingan dari penguasa. Itu baru akan didalami oleh Komisi X. Nah, setelah didalami baru diambil kesimpulan. Jangan diambil kesimpulan sekarang,” ucap Dasco kepada wartawan pada Selasa (24/06/25).

Sebelumnya, anggota Komisi X, Bonnie Triyana, mengusulkan penulisan ulang sejarah RI dihentikan apabila hanya memiliki tujuan politis.

"Jangan lakukan penulisan sejarah melalui pendekatan kekuasaan yang bersifat selektif dan parsial atas pertimbangan-pertimbangan politis. Apabila ini terjadi, lebih baik hentikan saja proyek penulisan sejarah ini," kata Bonnie dalam keterangan resminya, Rabu (18/6/2025).

Menurutnya, penulisan sejarah juga perlu ada keseimbangan. Sejarah yang pedih harus tetap ditulis sebagai pembelajaran, selain kisah-kisah kepahlawanan belaka.

“Tanpa terkecuali untuk penyelenggara negara di masa kini dan masa depan,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait SEJARAH INDONESIA atau tulisan lainnya dari Faisal Bachri

tirto.id - Flash News
Reporter: Faisal Bachri
Penulis: Faisal Bachri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi