tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) masih terus berusaha memenuhi kebutuhan para korban banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Selain mengerahkan para relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kemensos mendirikan Dapur Umum Lapangan (Dumlap) di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan dan makanan untuk warga terdampak bencana di Agam berjalan dengan lancar.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan Kemensos akan terus memantau kondisi cuaca di Agam untuk memastikan akses pengiriman bantuan tetap terbuka. Selain itu, Kemensos pun bersinergi dengan pemerintah daerah dan Tagana untuk mempercepat pemulihan wilayah bencana di Agam.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Agam tidak merasa sendirian. Pemerintah hadir melalui dapur umum, dukungan Tagana, maupun penyaluran bantuan,” kata Gus Ipul melalui siaran resmi tertulis pada Kamis (11/12/2025).
Hingga kini, Kemensos mencatat masih ada 612 pengungsi dari 130 KK di Agam yang rumahnya tersapu banjir dan memerlukan suplai bantuan makanan dari dapur umum.
Tak hanya memenuhi kebutuhan pengungsi, dapur umum Kemensos juga melayani para relawan, tenaga kesehatan, anggota TNI-Polri, petugas Basarnas, OPD, Satpol PP, Dishub, BNPB, dan berbagai unsur terkait lainnya yang sedang bekerja menangani dampak bencana.
“Kalau diminta 100, 50, atau 200 porsi, bisa dijemput atau kami antar. Selagi bahan ada, kami masak,” kata Noviardi, salah satu pengelola dapur umum Kemensos sekaligus relawan Tagana.
Kapasitas produksi dapur umum Kemensos di Salareh Aia Utara mencapai 2.500 porsi makanan setiap hari. Suplai makanan itu dibagikan tiga kali dalam sehari saat pagi, siang, dan malam.
“Hari ini kami memasak kentang, telur, dan lauk ikan. Ini persiapan untuk menu besok,” ujar Hendri, relawan Tagana lain yang ditemui di lokasi.
“Kendala Insya Allah tidak ada. Selagi bahan tersedia, kami pasti masak,” tambah dia sembari menjelaskan bahwa proses memasak di dapur umum dilakukan sejak pagi hari.
Menurut Hendri, saat akses jalan ke posko pengungsian masih terputus, para relawan Tagana tetap berupaya mencari jalur alternatif agar bisa mengirimkan makanan kepada para korban bencana.
Noviardi dan Hendri juga sempat menuturkan kondisi para korban bencana di Agam. “Ada yang rumahnya tak bisa diakses. Kami sedih karena mereka tidak bisa dapat makanan. Teman-teman Tagana tetap mengantar [suplai makanan] lewat jalur sulit," ujar Noviardi.
Sejumlah dapur umum di lokasi bencana semula juga sudah dibentuk secara swadaya oleh masyarakat di Agam. Kemudian, operasional dapur-dapur umum itu diperkuat dengan bantuan dari Kemensos, Dinas Sosial Kabupaten Agam, dan TNI-Polri.
Menurut Sekretaris Wali Nagari Salareh Aia Utara, Ela Diana Ameriza, kegiatan di semua dapur umum berjalan lancar karena dukungan berbagai pihak, termasuk Kemensos yang memberikan bantuan pembiayaan operasional.
Bantuan untuk Korban Bencana di Agam
Sejauh ini Kemensos telah menyalurkan beragam bantuan logistik untuk kegiatan tanggap darurat bencana di Agam. Bantuan dikirim dari gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Agam.
Adapun rincian bantuan untuk para korban bencana di Agam tersebut sebagai berikut:
1. Bantuan Lewat Dinsos Sumbar dan Dinsos Agam (Total Rp73.770.500)
- Makanan siap saji 2025: 100 paket
- Makanan anak 2025: 160 paket
- Family kit 2024: 40 paket
- Kids ware B 2023: 40 paket
- Tenda gulung B 2023: 40 lembar
- Kasur 2024: 20 lembar
2. Bantuan Lewat Dinsos Sumbar dan Ampek Koto Agam (Total Rp 138.771.990)
- Makanan siap saji 2025: 250 paket
- Makanan anak 2025: 160 paket
- Family kit B 2025: 80 paket
- Kids ware B 2023: 80 paket
- Tenda gulung B 2025: 40 lembar
- Kasur 2024: 60 lembar
3. Bantuan Lewat Dinsos Provinsi Sumatera Barat (Total Rp 26.727.850)
- Kasur 2024: 80 paket
- Family kit B 2025: 10 paket
- Makanan anak 2025: 40 paket
4. Bantuan Dropping Helikopter 1 dari Dinsos Sumbar (Total Rp 25.146.250)
- Makanan siap saji 2025: 150 paket
- Lauk pauk siap saji 2025: 200 paket
- Makanan anak 2025: 80 paket
5. Bantuan Dropping Helikopter 2 dari Dinsos Sumbar (Total Rp 51.534.750)
- Makanan siap saji 2025: 150 paket
- Lauk pauk siap saji 2025: 100 paket
- Makanan anak 2025: 80 paket
- Selimut: 50 lembar
- Kids ware 2024: 20 paket
- Family kit B 2025: 20 paket.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































