Menuju konten utama

Dapat Suntikan Modal Rp7,5 Triliun, Kinerja Garuda Diramal Moncer

Pemberian PMN ini guna memenuhi kebutuhan maintenance, restorasi, dan maintenance reserved dan modal kerja Garuda Indonesia.

Dapat Suntikan Modal Rp7,5 Triliun, Kinerja Garuda Diramal Moncer
Pesawat Garuda Indonesia lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal.

tirto.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjamin, PT Garuda Indonesia (Persero) akan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun tahun ini. Pemberian PMN ini guna memenuhi kebutuhan maintenance, restorasi, dan maintenance reserved dan modal kerja Garuda Indonesia.

"PMN diberikan melalui skema Right Issue HMETD dan PMN diberikan sesudah ada kesepakatan perdamaian dengan kreditur disahkan melalui putusan homologasi," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (22/9/2022).

Sri Mulyani menjelaskan PMN akan masuk sesudah neraca Garuda relatif sudah lebih manageable, dan negosiasi dengan kreditur sudah dilakukan dan disahkan dalam putusan pengadilan homologasi. Serta adanya rencana right issue dilakukan oleh Perseroan.

"Jadi semua ini dalam satu paket Rp7,5 triliun dengan right issue dan kesepakatan para kreditur," imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban mengatakan, pendapatan usaha Garuda Indonesia pada pertengahan 2022 telah menunjukkan kinerja yang lebih baik dari 2020 dan 2021. Pendapatan usaha sudah lebih besar dari beban usaha. Sementara itu, selisih aset dan liabilitas juga membaik.

"Ada inisiatif strategis, mereka untuk melakukan optimalisasi route network yang secara operasi menguntungkan dan bersinergi dengan Citilink terkait rute-rute ke depannya," kata dia

Lebih lanjut, dia mengatakan melalui PMN diterima Garuda tentu hal ini akan membantu kinerja keuangan perusahaan. Bahkan ia memperkirakan Garuda dapat membukukan laba ke depannya.

Dalam hitungannya, Garuda akan menuai laba 399 juta dolar AS pada 2023, 589 juta dolar AS pada 2024, dan 631 juta dolar AS pada 2025. Sementara pada 2026, Garuda diperkirakan meraup laba hingga 647 juta dolar AS.

Sebelumnya, Maskapai nasional Garuda Indonesia mendapatkan fasilitas pembiayaan restorasi armada dengan skema bagi hasil bersama PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA). Hal itu tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, Fasilitas pembiayaan dengan nilai hingga Rp725.000.000.000 melalui skema bagi hasil yang akan berlangsung selama 5 tahun. Nantinya diimplementasikan secara bertahap pada sejumlah rute yang akan dijadikan skema kerja sama bagi hasil di antaranya adalah Jakarta- Surabaya-Jakarta, Jakarta-Makassar-Jakarta serta Jakarta-Jayapura-Jakarta.

“Pandemi Covid-19 yang telah terjadi selama lebih dari 2 tahun ini tidak dapat dipungkiri telah membawa industri penerbangan menghadapi berbagai tantangan kinerja operasional, termasuk keterbatasan jumlah armada yang berada dalam kondisi siap beroperasi (serviceable) setelah sebelumnya armada tersebut sempat tidak beroperasi di tengah proses restrukturisasi kewajiban usaha, termasuk negosiasi bersama lessor,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (19/9/2022).

Baca juga artikel terkait PENYERTAAN MODAL NEGARA atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin