Menuju konten utama
Timnas Indonesia

Daftar Pelatih Asal Belanda yang Bisa Latih Timnas Indonesia

Timnas Indonesia masih mencari sosok pelatih untuk menangani tim. Beberapa pelatih asal Belanda saat ini sedang menganggur. Berikut daftarnya.

Daftar Pelatih Asal Belanda yang Bisa Latih Timnas Indonesia
Frank de Boer (kiri) dan Phillip Cocu (kanan) saat masih memperkuat tim nasional Belanda. Michael Sohn/AP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Daftar pelatih asal Belanda yang bisa melatih Timnas Indonesia cukup banyak. Beberapa juru taktik yang memiliki nama besar dari Negeri Kincir Angin itu tengah menganggur saat ini.

PSSI belum lama ini mengakhiri kontrak pelatih Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia. Masa kebersamaan yang hanya berusia sembilan bulan berakhir dengan kekecewaan mendalam, yakni gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Tapi, PSSI yang dipimpin Erick Thohir kini harus bergerak cepat untuk mendapatkan pelatih baru bagi Jay Idzes dan kawan-kawan. Pasalnya skuad Garuda harus segera fokus menyambut Piala Asia 2027. Bahkan dalam waktu dekat, Timnas Indonesia harus melakoni pertandingan di FIFA Matchday November 2025.

Taufik Hidayat, mantan atlet badminton Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, menyatakan bahwa akan ada rapat terkait penentuan pelatih Timnas Indonesia. Menurut peraih medali emas Olimpiade 2004 itu, rapat akan digelar hari ini, Selasa 21 Oktober 2025.

"Belum (tahu pengumuman kapan), besok (hari ini) baru mau rapat,” kata Taufik di Istana Merdeka, Senin 20 Oktober 2025.

Sejauh ini belum ada kisi-kisi jelas siapa yang akan menukangi timnas. Beredar kabar bahwa Shin Tae-yong punya kans untuk kembali ke pelukan Garuda. Nama baru seperti Timur Kapadze juga masuk ke dalam bursa pelatih timnas.

Tapi tidak tertutup kemungkinan pelatih lain dari Belanda akan datang. Lantas, siapa saja pelatih Belanda yang saat ini sedang menganggur dan bisa menukangi Timnas Indonesia? Berikut daftarnya:

  • Phillip Cocu

Phillip Cocu menjadi salah satu pelatih yang bisa saja menjadi pemimpin Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030. Cocu, eks gelandang bertahan dengan catatan 101 caps bersama Timnas Belanda, terakhir kali menangani Vitesse pada 2023 lalu. Setelah itu Cocu masih menganggur hingga saat ini.

Menurut laman Transfermarkt, Cocu adalah pelatih yang kerap memainkan skema 4-3-3 di tim asuhannya. Karir kepelatihannya, sebagai pelatih kepala, meliputi PSV Eindhoven (2013-2018), Fenerbahce (2018), Derby County (2019-2020), dan Vitesse (2022-2023).

Kisah sukses Cocu terpampang saat melatih PSV Eindhoven. Di sana, Cocu mempersembahkan tiga gelar juara Liga Belanda, satu gelar Piala KNVB, dan dua gelar Johan Cruyff Shield.

Tidak diketahui pasti berapa gaji Cocu selama melatih. Namun saat dipecat Derby County, dilaporkan bahwa klub harus memberinya pesangon hingga 4,4 juta Euro atau sekitar Rp72 miliar menggunakan rata-rata kurs tahun 2020.

  • Mark van Bommel

Mark van Bommel menjadi nama lain yang masuk sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia. Van Bommel yang kini berusia 48 tahun dulunya dikenal sebagai salah satu gelandang petarung Timnas Belanda dengan koleksi 79 caps.

Sejauh ini Van Bommel telah melatih tiga klub yaitu PSV (2018-2019), Wolfsburg (2021), dan Royal Antwerp (2022-2024). Gelar juara Van Bommel terjadi bersama Royal Antwerp berupa satu trofi Liga Belgia, satu trofi Piala Belgia, dan satu trofi Piala Super Belgia.

Di level tim nasional, Van Bommel pernah menjadi asisten pelatih Bert van Marwijk di Timnas Arab Saudi. Momen itu terjadi pada tahun 2015-2017.

  • Fred Rutten

Jika PSSI ingin mencari sosok yang berpengalaman, Fred Rutten bisa menjadi salah satu opsi. Pelatih berusia 62 tahun itu pernah menangani sembilan klub seperti Twente (1999-2001 dan 2006-2008), Schalke (2008-2009), PSV (2009-2012), Vitesse (2012-2013), Feyenoord (2014-2015), Al Shabab (2016-2017), Maccabi Haifa (2018), Anderlecht (2019), dan terakhir menjadi caretaker di PSV tahun 2023.

Walau jika bicara soal gelar juara, Rutten tidak bisa menepuk dada. Pasalnya dalam sejarah karir kepelatihannya, Rutten baru meraih satu gelar juara yaitu KNVB Cup 2001 bersama Twente.

  • Louis van Gaal

Louis van Gaal merupakan salah satu pelatih kenamaan Belanda. Berusia 74 tahun, Van Gaal pernah melatih sejumlah klub top Eropa seperti Ajax, Manchester United, Barcelona, Bayern Munchen, dan memimpin Timnas Belanda di Piala Dunia 2022.

Tercatat ada 20 trofi yang pernah diraih Van Gaal saat menjadi pelatih. Termasuk gelar juara Liga Champions 1994-95 bersama Ajax, serta dua kali menjadi runner-up Liga Champions tahun 1995-96 (Ajax) dan 2009-10 (Bayern Munchen).

Hanya saja jika nekat mengontrak Van Gaal, PSSI setidaknya harus siap dengan dua hal. Pertama adalah faktor kesehatan karena Van Gaal pernah menderita kanker prostat walau sudah dinyatakan sembuh.

Kedua tentu saja soal gaji. Sebagai pelatih dengan segudang prestasi, Van Gaal tentu punya nilai jual. Dilaporkan bahwa saat menangani Timnas Belanda pada 2021-2023, Van Gaal mendapatkan gaji 3 juta Euro per tahun atau sekitar Rp47 miliar.

  • Frank de Boer

Frank de Boer sempat menjadi nama lain yang diisukan bakal menangani Timnas Garuda. Rumor itu muncul setelah Simon Tahamata, head of scouting Timnas Indonesia, mengunggah foto dengan De Boer. Walau kemudian diketahui bahwa mereka berdua bertemu dalam laga sepak bola para legenda antara Ajax vs Dinamo Tbilisi pada 19 Oktober lalu.

Namun jika benar ingin merekrut De Boer, PSSI harus menyiapkan penawaran yang besar. Saat melatih Atlanta United pada 2019 lalu, De Boer dilaporkan menerima bayaran USD4 juta per tahun atau sekitar Rp56 miliar menggunakan kurs saat itu.

Sayangnya dengan bayaran semahal itu, De Boer belum punya rekam jejak prestasi yang bagus. Menurut data statistik dari Transfermarkt, De Boer hanya bertahan 84 hari sebagai pelatih Inter Milan, 72 hari bersama Crystal Palace, dan 163 hari bersama Al Jazira yang menjadi klub terakhirnya. Sungguh bukan modal bagus menghadapi tekanan melatih Timnas Indonesia.

Selain nama-nama tersebut, masih ada sejumlah pelatih Belanda lain yang saat ini sedang menganggur. Misalnya saja Erik ten Hag (dipecat Bayer Leverkusen pada September 2025), Ruud van Nistelrooy (terakhir melatih Leicester City tahun 2025), Hedwiges Maduro (terakhir melatih Thom Haye di Almere City pada 2024), Kees van Wonderen (dipecat Schalke pada Mei 2025), dan Alfred Schreuder (pernah menjadi asisten pelatih Barcelona, terakhir melatih Al Nasr di UEA tahun 2025).

Ada juga Joseph Oosting, eks pelatih Mees Hilgers, yang sedang menganggur usai didepak Twente pada awal September 2025 lalu. Namun nama-nama tersebut tentu akan memaksa PSSI mengeluarkan banyak uang jika melihat reputasi yang dimiliki.

Baca juga artikel terkait TIMNAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Permadi Suntama