tirto.id - Olahraga sering dikaitkan dengan mandi keringat hingga napas terengah karena kecapekan. Namun, bagaimana jika aturan main itu diubah total? Bayangkan berolahraga tanpa beranjak dari kamar, masih mengenakan baju tidur paling nyaman, dan di sebelah ada secangkir teh hangat. Inilah cozy cardio, tren olahraga santai yang sedang viral di TikTok dan Instagram.
Cozy cardio adalah tren yang digaungkan oleh TikToker asal Texas, Amerika Serikat, Hope Zuckerbrow. Mengutip Vogue, metode ini berawal dari niat Zuckerbrow memperbaiki hubungannya dengan olahraga.
Seiring dengan respons positif netizen, cozy cardio bertransformasi menjadi simbol perlawanan terhadap stigma bahwa olahraga adalah bentuk "hukuman" demi memenuhi standar kecantikan. Bagi Zuckerbrow, olahraga seharusnya menjadi bentuk perawatan diri (self-care) yang menenangkan tanpa rasa tertekan.
Keindahan utama dari cozy cardio terletak pada fleksibilitasnya. Tidak ada aturan baku, tak ada tuntutan target yang kaku, dan tak perlu pusing memikirkan biaya keanggotaan gym.
Siapa pun bisa menerapkan cozy cardio saat ini juga, entah itu menggunakan alat sederhana ataupun memanfaatkan sudut ruang tamu yang ada, sambil menikmati serial TV atau musik favorit. Ini adalah cara paling realistis bagi siapa saja untuk mulai konsisten bergerak tanpa perlu mengorbankan kenyamanan.
Apa Itu Cozy Cardio dan Mengapa Sangat Nyaman?
Pada dasarnya, cozy cardio adalah bentuk latihan kardio intensitas rendah (low-intensity steady state) yang bertujuan untuk meningkatkan detak jantung secara perlahan dalam lingkungan yang santai.
Berbeda dari latihan konvensional yang memicu kelelahan total, bentuk olahraga ini berfokus pada kesenangan bergerak. Pendekatan cozy cardio terbukti membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol, serta meningkatkan kekuatan jantung secara keseluruhan tanpa memberi stres berlebih pada tubuh.

Sebagaimana ditulis AP News(1/2/2024), metode ini tidak mengharuskan kita mengenakan pakaian spandeks yang menyiksa atau mengangkat beban berat. Kita tidak perlu pula terengah-engah mengikuti irama senam aerobik yang menguras tenaga.
Paling penting, kita tidak harus keluar rumah di tengah dingin atau panas matahari yang menyengat kulit, hanya untuk pergi ke pusat kebugaran yang diterangi lampu neon. Cozy cardio dibuat menyenangkan agar tubuh tetap bugar tanpa tersiksa.
Kenyamanan cozy cardio dibangun dari suasana yang kita ciptakan sendiri. Anda bebas mengenakan celana training yang lembut, menyalakan lilin aromaterapi, menyeduh teh hangat, hingga berjalan di atas treadmill sambil menonton film favorit. Tidak ada tekanan untuk mencapai target kelelahan tertentu.
“Singkatnya, ini adalah latihan berdampak rendah (low-impact) yang meningkatkan detak jantung Anda dalam lingkungan yang nyaman seperti rumah Anda,” jelas Dr. Jessica Hennessey, ahli jantung di NewYork-Presbyterian/Columbia University Irving Medical Center dikutip dari laman Newyork-Presbyterian.
Jenis Gerakan Cozy Cardio: Bebas, Mudah, dan Senyamannya
Latihan kardio santai atau cozy cardio sangat cocok untuk orang yang menghindari suasana gym atau merasa latihan interval intensitas tinggi (high-intensity interval training/HIIT) terlalu mengintimidasi.
Selain ideal bagi pemula, kardio intensitas rendah juga sangat dianjurkan bagi mereka yang sedang dalam proses pemulihan cedera atau mengelola nyeri sendi kronis.
“Bagi orang yang membutuhkan terapi fisik atau rehabilitasi, kardio yang nyaman dapat membangun kekuatan dan mobilitas, mendukung gerakan fungsional secara keseluruhan, dan meningkatkan kesejahteraan mental dengan mengurangi stres,” papar Jonathan Morales, terapis fisik senior di University Hospital JCC, dikutip dari laman University Hospitals.

Gerakan cozy cardio sangat beragam dan dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tanpa alat, dengan alat, dan dengan furnitur di rumah.
Gerakan Cozy Cardio Tanpa Alat
Jika Anda baru ingin memulai cozy cardio tanpa perlu membeli peralatan tambahan, opsi tanpa alat ini adalah pilihan paling praktis. Anda hanya memanfaatkan berat badan sendiri dan ruang yang ada di rumah untuk tetap aktif bergerak secara santai.1. Jalan Kaki
Latihan dapat dilakukan dengan berjalan di dalam atau di luar ruangan sekitar 10 hingga 15 menit. Jika dilakukan di dalam ruangan, Anda dapat terlebih dulu menyiapkan segelas minuman favorit.
Tak hanya itu, latihan ini juga bisa dilakukan dengan mendengarkan buku audio (audio book) atau podcast favorit. Kemudian, pastikan untuk berjalan beberapa kilometer dengan langkah cepat.
2. Tari Kardio
Cozy cardio jenis ini dapat dilakukan dengan mengikuti kelas tari santai secara online dari layar kaca. Gerakan tarian ini efektif menaikkan detak jantung hingga 60–70 persen dari batas maksimal tanpa membebani sendi.
3. Vinyasa Yoga
Melansir NewYork-Presbyterian (14/2/2024), Anda bisa melakukan cozy cardio yang satu ini dengan alur gerakan yang selaras dengan tarikan dan hembusan napas. Latihan ini membantu memusatkan pikiran, melatih kelenturan, sekaligus meningkatkan detak jantung secara bertahap.
4. Low-Impact Jumping Jacks (Jumping Jacks Tanpa Melompat)
Cozy cardio yang satu ini dilakukan dengan merentangkan tangan ke atas sambil melangkahkan satu kaki ke samping secara bergantian. Gerakan ini membakar kalori tanpa memberi tekanan keras pada lutut.
5. Shadow Boxing Santai
Anda dapat melakukan metode ini dengan gerakan pukulan tinju ringan ke udara secara perlahan sembari menjaga ketahanan tubuh dan melatih otot lengan serta bahu.
6. Side Steps/Side to Side
Gerakan kardio ringan ini adalah melangkah dua kali ke kanan lalu dua kali ke kiri secara konsisten sambil mengayunkan tangan pelan untuk menjaga ritme jantung tetap aerobik.

Gerakan Cozy Cardio dengan Alat
Bagi yang memiliki peralatan olahraga sederhana di rumah, Anda bisa memanfaatkannya untuk variasi latihan yang lebih terukur. Ini dlakukan tanpa harus memaksakan kecepatan atau beban yang berat. Penggunaan alat bantu ini bertujuan untuk menjaga ritme gerakan tetap stabil dan konsisten sepanjang sesi latihan.1. Jalan Kaki dengan Treadmill
Pada dasarnya, jalan kaki ini sama dengan latihan jalan kaki biasa. Bedanya, jika melakukan cozy cardio menggunakan treadmill, artinya latihan dilakukan di dalam ruangan.
Latihan dilakukan sekitar 10–15 menit atau lebih dengan menonton film atau tayangan favorit dan dengan kecepatan sedang. Lakukan jalan kaki seperti biasa dengan santai, bukan berlari.
2. Pilates Matras
Latihan ini dilakukan dengan santai sehingga melatih fleksibilitas dan kesadaran diri. Sambil menahan gerakan, kita melatih jantung untuk berdetak lebih efisien selama latihan, sebagaimana disampaikan Dr. Hennessey, seorang Asisten Profesor Kardiologi Esther Aboodi (dalam Kedokteran) di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons.
3. Bersepeda Statis
Gerakan dalam latihan dengan alat sepeda statis sama seperti bersepeda pada umumnya. Bedanya, kali ini dilakukan di dalam ruangan dan lebih santai. Kita dapat sekadar duduk di sepeda statis dan mengayuh pedal seperti biasa sambil menonton film atau mendengarkan buku audio.
4. Lompat Tali Ringan
Lakukan latihan cozy cardio melalui gerakan lompat tali di rumah sambil mendengarkan podcast atau buku audio favorit masing-masing.
5. Mini Stepper/Stepper Portable
Anda dapat menggunakan alat pijakan stepper berukuran ringkas di depan TV untuk mensimulasikan gerakan naik tangga yang lembut bagi persendian.
6. Latihan Resistance Band Ringan
Jika ingin mencoba metode yang satu ini, gunakan tali elastis kain atau karet dengan tingkat ketahanan rendah untuk gerakan langkah samping atau tarikan lengan santai.

Gerakan Cozy Cardio dengan Furnitur di Rumah
Tidak punya alat gym bukan alasan untuk berhenti bergerak. Perabot rumah tangga yang ada di sekitar Anda bisa disulap menjadi penunjang latihan kardio yang aman, hemat biaya, dan ramah bagi sendi.Memanfaatkan tumpuan furnitur seperti kursi, dinding, atau sofa membantu mengurangi beban tubuh sehingga gerakan terasa jauh lebih ringan dan santai.
1. Chair Squats (Squats Berbantuan Kursi)
Gerakan ini dilakukan dengan mendaratkan pinggul secara perlahan ke atas kursi sebelum berdiri kembali untuk melatih otot paha dan gluteus secara aman.
2. Stair Climbing/Naik-Turun Tangga
Metode ini dilakukan dengan memanfaatkan anak tangga di rumah untuk melangkah naik dan turun secara teratur dengan kecepatan santai.
3. Incline Push-Up di Meja atau Dinding
Anda dapat melakukan dorongan dada dengan tumpuan tangan pada tepi meja yang kokoh atau permukaan dinding untuk menguatkan tubuh bagian atas.
4. Wall Sits (Duduk Menempel Dinding)
Gerakan ini dapat dicoba dengan menyandarkan punggung ke dinding dalam posisi setengah duduk selama 20–30 detik untuk melatih kekuatan kaki secara pasif tanpa risiko cedera.
5. Sofa Mountain Climbers Pelan
Jika ingin mencoba ini, letakkan kedua tangan di lengan sofa yang kokoh lalu menggerakkan lutut ke arah dada secara bergantian dengan tempo sangat pelan.
6. Tricep Dips di Tepi Kasur/Kursi
Anda dapat melakukan cozy cardio ini dengan melakukan dorongan otot lengan belakang dengan menumpu pada tepi kasur atau kursi kokoh secara perlahan.
Manfaat Cozy Cardio dan Tips agar Berguna
Setelah mengenal beragam gerakan cozy cardio, pertanyaan berikutnya adalah: seberapa efektif olahraga santai ini bagi tubuh? Meskipun dilakukan dalam suasana rileks dan berdampak rendah (low-impact), cozy cardio tetap memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, baik secara fisik maupun mental.
Mengutip University Hospitals, olahraga dengan intensitas rendah (low-intensity steady state/LISS) menawarkan manfaat kesehatan nyata serta membantu mengurangi risiko penyakit metabolisme akibat terlalu banyak duduk (sedentary lifestyle).
Berbeda dengan latihan kardio intensitas tinggi yang rentan memberi tekanan berlebih pada persendian dan otot, cozy cardio jauh lebih lembut sehingga meminimalisasi risiko cedera.
Latihan ini juga memberikan keunggulan khusus bagi perempuan paruh baya. Pada masa perimenopause dan menopause, perubahan hormonal sangat memengaruhi sistem muskuloskeletal.
Olahraga ringan yang konsisten terbukti lebih aman dan bermanfaat dibanding olahraga berat untuk membantu mempertahankan massa otot serta kepadatan tulang yang menurun seiring bertambahnya usia, tanpa memicu lonjakan hormon stres kortisol.

Melansir Gymshark, penelitian membuktikan tidak ada perbedaan signifikan antara latihan High-Intensity Interval Training (HIIT) dan LISS dalam hal penurunan lemak tubuh serta pemeliharaan kesehatan jantung jangka panjang.
Selain itu, studi medis menemukan adanya hubungan kuat antara olahraga intensitas rendah hingga sedang dengan penurunan tingkat depresi. Manfaat kesehatan mental ini justru tidak selalu didapatkan dari olahraga berintensitas terlalu tinggi.
Meski menawarkan banyak keunggulan, cozy cardio bisa berakhir sia-sia jika tidak dilakukan dengan benar. Agar hasil yang didapatkan tetap optimal, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut.
1. Penuhi Durasi Ideal (Konsistensi)
Panduan kesehatan merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik sedang per minggu. Karena intensitas cozy cardio tergolong rendah, Anda mungkin perlu menambah durasi (misal 30–45 menit per sesi) atau frekuensinya agar manfaatnya setara dengan latihan konvensional.
2. Jaga Detak Jantung Tetap Naik
Penyebab utama cozy cardio tidak memberikan hasil adalah jika Anda berolahraga terlalu santai hingga detak jantung sama sekali tidak meningkat. Pastikan ritme gerak masih berada di zona aerobik ringan dan cukup untuk memicu sedikit keringat.
3. Kombinasikan dengan Latihan Kekuatan
Jika hanya berjalan santai 20 menit beberapa kali seminggu, imbangi dengan latihan beban tubuh (bodyweight) atau resistance band untuk menjaga kekuatan otot.
4. Konsultasi Kondisi Medis
Orang dengan kondisi medis khusus, seperti penyakit kardiovaskular berat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga apa pun.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id
































