Menuju konten utama

Keajaiban Plank, Saat Tubuh Sendiri Bekerja Menyehatkan Raga

Plank, jenis latihan yang sederhana tapi bermanfaat bagi otot inti tubuh. Latihan yang mengutamakan presisi bukan durasi ini punya banyak manfaat.

Keajaiban Plank, Saat Tubuh Sendiri Bekerja Menyehatkan Raga
Ilustrasi Plank. (FOTO/iStockphoto)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Duduk berjam-jam di depan laptop dapat merusak postur tubuh kita. Ketika otot perut dan panggul berhenti bekerja, tulang belakang menopang beban tubuh sendirian tanpa kawalan. Hasilnya, postur membungkuk, otot panggul melemah, dan punggung bawah mulai rutin mengirim sinyal nyeri.

Untuk melatih kembali otot-otot penopang tubuh, plankdapat dijadikan pilihan utama. Prinsipnya pun sederhana: menahan posisi tubuh sejajar tanah dengan tumpuan tangan dan jari kaki.

Berbeda dengan bentuk latihan pada umumnya, dalam plank tidak ada gerakan naik-turun. Tidak ada pula alat yang dibutuhkan. Lantas, bagaimana cara melakukan plank dengan benar agar efektif? Apa saja manfaat yang bisa diperoleh dari latihan ini?

Plank: Latihan Sederhana yang Menuntut Presisi, Bukan Durasi

Plank merupakan jenis latihan dengan menopang berat badan kita sendiri dengan tangan dan jari kaki. Seluruh tubuh bagian atas terangkat dari lantai. Jika posisi tersebut dirasa masih berat, kita bisa menopang berat badan dengan lutut sebagai pengganti jari kaki.

Latihan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara secara fleksibel. Pasalnya, plank bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, serta disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing.

“Plank dapat dilakukan oleh hampir siapa saja, di mana saja, kapan saja, dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan mereka,” jelas Erin Johnson, terapis fisik dan pengawas di UW Medicine Sports Medicine Center di Husk Stadium dikutip dari Right as Rain (19/1/2018).

Ilustrasi Plank

Ilustrasi Plank. FOTO/iStockphoto

Lama waktu plank juga bukan merupakan prioritas. Yang lebih penting adalah posisi yang benar saat melakukan plank. Tubuh kita harus membentuk garis lurus dari ubun-ubun kepala hingga tumit, sebagaimana dijelaskan Johnson.

Bahkan, jika pada awalnya kita hanya mampu melakukan plank selama beberapa detik, tidaklah masalah. Ini lebih baik daripada bertahan lama tapi dalam posisi yang salah.

Pasalnya, jika kita melakukan plank dalam posisi yang benar, tubuh akan secara alami mengerahkan otot lain untuk membantu ketika ada otot yang mulai lelah. Inilah yang menarik dari latihan plank, yakni membantu kita mengenal tubuh sendiri dan mengidentifikasi apakah otot inti bekerja dengan benar.

Latihan plank biasanya dilakukan sekitar 10–15 detik untuk latihan awal dan bertahap menjadi sekitar 1 menit. Namun, tidak ada target pasti untuk berapa lama sebaiknya plank dilakukan, mengingat latihan ini lebih mengutamakan posisi yang benar alih-alih capaian waktu yang lama.

Selanjutnya, latihan plank bisa dilakukan secara rutin sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Jika sekadar ingin memperbaiki postur tubuh dan mengurangi nyeri punggung, latihan ini cukup dilakukan sehari sekali.

Namun, bagi mereka yang memiliki target kebugaran spesifik, plank dapat difungsikan sebagai penutup sesi latihan utama (finisher). Penempatan di akhir sesi ini bertujuan menguji daya tahan otot inti saat tubuh sudah berada dalam kondisi lelah.

Keajaiban Plank: Simpel, Efektif, Banyak Manfaat

Sebagaimana dijelaskan Erin Johnson, plank bisa melatih otot-otot inti tubuh, seperti otot perut, otot punggung, dan otot-otot di sekitar panggul. Otot inti tersebut mendukung gerakan dan menstabilkan tulang belakang.

Mengutip Health Essentials (18/11/2021), otot inti tersebut meliputi otot rektus abdominis, otot oblik yang terletak di sepanjang sisi perut, serta otot transversus abdominis (otot perut bagian dalam yang melingkari sisi dan tulang belakang).

“Latihan plank umumnya memperkuat kemampuan Anda untuk mengencangkan otot perut. Plank juga bisa mengaktifkan otot-otot terkait lainnya, seperti otot gluteus (otot di panggul), hamstring (otot di bagian belakang paha), dan punggung bawah,” jelas Katie Lawton, ahli fisiologi olahraga.

Tak seperti latihan lain, seperti sit-up atau push-up, pergerakan plank sangat minimal, tapi membutuhkan stabilitas yang tinggi. Orang yang melakukan plank tidak bertujuan untuk melakukan pengulangan, tapi mempertahankan posisi yang berkualitas dan aktivasi otot selama jangka waktu tertentu.

Ilustrasi Plank

Ilustrasi Plank. (FOTO/iStockphoto)

Melansir laman SVRG (12/2/2026), plank lebih dari sekadar latihan perut dalam konteks latihan kebugaran. Plank berfungsi sebagai dasar untuk kekuatan inti, membantu menjaga stabilitas punggung, bahu, dan panggul.

Lebih lanjut, latihan ini banyak bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran.

Plank memperkuat otot-otot inti, seperti perut, punggung, dan pinggul, untuk menopang tulang belakang sekaligus menjaga keseimbangan tubuh. Kekuatan otot inti ini akan meningkatkan stabilitas saat bergerak, baik dalam olahraga maupun aktivitas sehari-hari.

Latihan ini juga melatih kesadaran posisi tubuh (proprioception) sehingga membantu mengoreksi kebiasaan postur yang buruk akibat duduk terlalu lama. Ketika otot inti makin kuat, tekanan berlebih pada ruas tulang belakang berkurang, sehingga risiko cedera atau nyeri punggung bawah dapat dicegah.

Selain itu, plank meningkatkan efisiensi gerakan karena inti tubuh yang stabil membantu mentransfer tenaga secara optimal. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan melatih daya tahan otot tanpa memberikan tekanan kompresi berlebihan pada persendian, seperti lutut atau punggung bawah.

Manfaat plank tak berhenti pada fisik. Dikutip dari Health Essentials, melihat perkembangan kekuatan tubuh secara bertahap dapat meningkatkan motivasi dalam beraktivitas. Pengaturan teknik pernapasan saat menahan posisi plank juga membantu meredakan ketegangan dan menjaga suasana hati.

Cara Melakukan Plank dengan Benar & Tips Amannya

Pada dasarnya, plank adalah latihan isometrik, yaitu bentuk latihan yang menuntut otot terus berkontraksi menahan beban tanpa ada gerakan sendi atau perubahan panjang otot. Tanpa aksi naik-turun seperti push-up atau sit-up, fokus utama plank murni terletak pada kontrol postur dan daya tahan.

Plank disebut sebagai latihan inti karena mayoritas beban gravitasi terkonsentrasi di area perut, panggul, dan punggung bawah. Latihan ini umumnya dilakukan dengan menopang tubuh pada lengan bawah (atau telapak tangan) serta ujung jari kaki, membentuk satu garis lurus dari kepala hingga tumit.

Bagi pemula, tumpuan pada jari kaki sering kali terlalu berat. Oleh karenanya, Erin Johnson, terapis fisik dan pengawas di UW Medicine Sports Medicine Center, menyarankan modifikasi awal dengan bertumpu pada lutut. Pilihan ini menurunkan beban gravitasi tanpa menghilangkan fungsi aktivasi otot inti.

Ilustrasi Minum Jus

Ilustrasi Minum Jus. foto/istockphoto

Keberhasilan plank sangat ditentukan oleh ketepatan postur saat eksekusi.

Pertama, perhatikan area lengan dan bahu. Letakkan siku atau telapak tangan tepat di bawah bahu selebar dada, lalu tarik bahu ke belakang jauh dari telinga.

Kedua, atur posisi leher dan kepala agar tetap netral sejajar tulang belakang dengan pandangan mengarah ke bawah matras.

Ketiga, fokus pada aktivasi otot inti. Angkat tubuh hingga membentuk bidang datar, lalu kencangkan otot perut dan panggul (glutes) agar pinggul tidak melorot atau terangkat.

Saat ketahanan tubuh meningkat, penambahan durasi dapat dilakukan secara bertahap dalam kelipatan lima detik. Namun, batas toleransi latihan ini tetap pada kualitas bentuk gerakan. Begitu posisi pinggul mulai goyah atau melorot, sesi plank harus segera dihentikan.

Plank yang benar tidak boleh menimbulkan rasa sakit atau nyeri tajam pada sendi. Jika muncul rasa sakit, terutama di punggung bawah, hal itu menandakan adanya kompensasi beban akibat otot inti yang belum kuat. Itu artinya, latihan plank Anda butuh evaluasi serta modifikasi dari fisioterapis.

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - GWS
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus