tirto.id - CIA Persenjatai Pasukan Kurdi untuk Picu Pemberontakan di Iran
Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dilaporkan tengah berupaya mempersenjatai pasukan Kurdi untuk memicu pemberontakan rakyat di Iran. Pemerintah AS disebut telah aktif berdiskusi dengan kelompok oposisi dan para pemimpin Kurdi terkait pemberian dukungan militer.
Laporan tentang CIA mempersenjatai pasukan Kurdi itu dirilis CNN pada Rabu (4/3/2026). Laporan itu didasarkan pernyataan sejumlah sumber anonim yang disebut mengetahui rencana itu.
"Pemerintahan Trump telah aktif berdiskusi dengan kelompok oposisi Iran dan para pemimpin Kurdi di Irak," kata sumber tersebut kepada CNN.
Kelompok bersenjata Kurdi memiliki ribuan pasukan yang berbasis di sepanjang perbatasan Irak-Iran. Kurdistan Irak disebut jadi basis utama kelompok bersenjata ini.
Beberapa kelompok sebelumnya telah menyerukan agar militer Iran membelot dari perang yang pecah sejak Sabtu (28/2) lalu. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga telah menyerang kelompok-kelompok Kurdi, termasuk dalam operasi militer dengan puluhan drone.
Trump Lakukan Kontak dengan Kelompok Kurdi
Kontak langsung dengan kelompok Kurdi juga dilakukan Presiden AS Donald Trump. Ia disebut telah berbicara dengan presiden Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI) Mustafa Hijri. Hal ini telah dikonfirmasi seorang pejabat senior Kurdi Iran yang tak disebut namanya.
Pejabat senior Kurdi Iran itu juga menyebut bahwa ia yakin bahwa pasukan oposisi Kurdi akan terlibat dalam operasi darat di Iran Barat. Ia mengindikasikan akan adanya bentrokan bersenjata di sana dalam beberapa hari ke depan.
"Kami yakin kami memiliki peluang besar sekarang," kata pejabat anonim itu.
Pejabat itu juga menyebut bahwa pasukan Kurdi berharap AS dan Israel akan ikut membantu mereka dalam bentrokan senjata dalam beberapa hari ke depan.
Kontak langsung antara Trump dengan pemimpin kelompok Kurdi sebelumnya juga telah dilaporkan pada Minggu (1/3/2026). Kala itu, Trump disebut tengah menjajaki potensi kerja sama AS dengan kelompok tersebut di sepanjang operasi militer.
AS dilaporkan menginginkan pasukan Kurdi untuk menghadapi pasukan IRGC dan militer Iran sambil mengamankan jalur evakuasi warga tak bersenjata untuk keluar dari Iran.
Rencana lain juga menyebut bahwa pasukan Kurdi akan diminta membuat kekacauan di Iran guna mempersempit sumber daya militer Teheran. Pasukan Kurdi juga mungkin akan berusaha merebut bagian utara Iran supaya bisa dijadikan zona penyangga bagi Israel.
Israel sendiri telah meningkatkan jumlah serangan mereka di kawasan perbatasan Iran-Irak. Serangan-serangan itu menargetkan fasilitas militer Iran di sana. Serangan ini diprediksi adalah upaya Israel mengamankan jalur masuk pasukan Kurdi ke Iran bagian barat.
Siapa Kelompok Kurdi?
Kurdi merupakan kelompok etnis minoritas tanpa negara yang meninggali wilayah yang membentang dari Turki, Irak, Iran, suriah, hingga Armenia. Diperkirakan ada sekitar 25-30 juta orang Kurdi yang kini tinggal di sana.
Mayoritas Kurdi adalah muslim sunni dengan tradisi budaya hingga dialek yang berbeda-beda. Kelompok etnis ini punya hubungan kerja sama dengan AS sejak masa lalu.
Salah satu kerja sama terbaru AS dengan kelompok etnis Kurdi adalah ketika wilayah etnis Kurdi jadi pos militer penting bagi AS dalam kampanye anti-ISIS.
Akan tetapi, etnis Kurdi juga memiliki dinamika politik dengan kepentingan untuk menjadi negara merdeka dan berdaulat. Hal ini kerap kali disinggung dalam kerja sama dengan AS, namun tak pernah terwujud hingga kini.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































