Menuju konten utama

Cerita Messi, Kucing Pertama yang Dapat KTA Muhammadiyah

Pemilihan nama Messi menurut Azman tak lepas dari sosok pesepakbola asal Argentina bernama Lionel Messi karena kucing tersebut lincah saat diadopsi.

Cerita Messi, Kucing Pertama yang Dapat KTA Muhammadiyah
Messi, seekor kucing di Kota Yogyakarta menjadi hewan peliharaan pertama yang mendapatkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM). (FOTO/dok istimewa Azman Latif)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Messi, seekor kucing di Kota Yogyakarta, menjadi hewan peliharaan pertama yang mendapatkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM). Messi resmi menjadi anggota Muhammadiyah sejak Minggu (5/7/2026).

Messi sendiri tergabung dalam Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu). Komunitas ini diluncurkan oleh Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Muhammadiyah DIY pada Minggu (5/7/2026).

Messi merupakan kucing peliharaan dari Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammmadiyah DIY, Azman Latif. Saat ini, Messi sudah berusia 15 tahun.

Azman menceritakan Messi diadopsinya dari seorang sahabat. Ketika awal diadopsi, Messi baru berumur 2 bulan. Messi dipelihara oleh Azman di Kampung Kauman. Kampung ini merupakan tempat berdirinya Muhammadiyah dan juga tempat tinggal K.H. Ahmad Dahlan.

Pemilihan nama Messi menurut Azman tak lepas dari sosok pesepakbola asal Argentina bernama Lionel Messi. Pemilihan nama ini tak lepas dari karakter Messi yang ketika diadopsi awal, sangat lincah gerakannya laiknya sosok Messi di lapangan sepakbola.

"Messi ini kan saya adopsi sekitar tahun 2011. Saat itu Lionel Messi memang lagi jago-jagonya bersama dengan Barcelona," tutur Azman, Senin (6/7/2026).

"Itu yang kasih nama anak saya. Katanya karakter si Messi ini sama kayak pemain sepakbola Messi. Lincah dan aktif. Akhirnya dikasih nama itu, kebetulan namanya gampang diingat dan diucapkan," imbuh Azman.

Azman mengungkapkan Messi ini berjenis kelamin betina dan sudah banyak memiliki keturunan. Karena usianya sudah tua, lanjut Azman, kucing bermotif kembang telon ini kemudian disterilisasi beberapa tahun lalu.

Azman menambahkan Messi dinilainya sebagai kucing yang sehat dan pintar. Kucing berbobot enam kilogram ini sejak kecil sudah bisa buang air di toilet sendiri.

"Dari awal diadopsi dulu, Messi ini tanpa diajari sudah bisa buang air di toilet. Sampai sekarang juga masih konsisten. Mau itu buang air kecil atau besar, semua di toilet. Jadi, bersyukur banget karena tidak perlu repot-repot bersih-bersih," tutur Azman.

Terkait program KucingMu, Azman berharap agar komunitas ini bisa semakin diperluas jangkauannya. Ke depan, hal ini bisa menggaet para pecinta hewan yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.

"Dengan gerakan-gerakan inovatif semacam ini, kehadiran Muhammadiyah yang sudah berusia lebih dari satu abad, praktis dapat dirasakan semakin dekat dan tanpa sekat oleh semua kalangan," urai Azman.

Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PW Muhammadiyah DIY, Ananto Isworo, mengungkapkan KucingMu menjadi ruang baru bagi dakwah untuk persyarikatan. Salah satu tujuannya untuk berdakwah di komunitas pecinta hewan.

"Harapannya, KucingMu bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi lahirnya komunitas-komunitas positif lainnya di lingkungan Muhammadiyah," tutup Ananto.

Baca juga artikel terkait MUHAMMADIYAH atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Andrian Pratama Taher