Cara Menyimpan Daging Agar Tetap Segar, Awet, Aman, & Sehat

Oleh: Cicik Novita - 23 Juli 2021
Dibaca Normal 2 menit
Untuk menjaga agar daging tetap segar, awet, dan tidak kehilangan nilai gizinya, juga cita rasa tidak berubah, ada beberapa cara menyimpannya.
tirto.id - Kala stok daging sapi atau kambing melimpah usai Hari Raya Idul Adha, sebagian tentu harus disimpan sehingga dapat diolah lain waktu. Untuk menjaga agar daging yang disimpan tetap segar, awet, dan tidak kehilangan nilai gizinya, juga cita rasa tidak berubah, ada beberapa cara menyimpan yang dianjurkan.

Merujuk laman Baznas.go.id, berikut ini tips menyimpan daging kurban yang benar sehingga tetap segar dan tidak mengurangi nilai gizi serta cita rasanya:

Pertama, hindari memegang daging apabila belum mencuci tangan dengan sabun, sebab kotoran yang menempel di tangan akan mencemari daging. Belum lagi kuman dan bakteri yang ada di tangan yang kotor bisa membuat daging lebih cepat rusak.

Kedua, jangan letakkan daging di wadah kotor atau tempat kotor, karena daging mudah terkontaminasi dengan berbagai kotoran serta bakteri dan kuman yang menempel di permukaannya.

Ketiga, jangan batuk atau bersin mengarah pada daging, karena semburan ludah saat batuk dan bersin berisi kuman yang dapat mencemari daging.


Keempat, jika kondisi daging bersih, maka dapat dimasukkan dalam wadah bersih dan langsung dimasukkan lemari pendingin tanpa dicuci dan dimasak dulu.

Kelima, daging kurban sebaiknya tidak disimpan dalam jumlah besar, misalnya 2 kilogram sekaligus dalam satu wadah dan langsung dimasukkan dalam kulkas.

Potong-potong kecil dalam ukuran ½ kilogram lebih dahulu, lantas dimasukkan dalam plastik atau wadah terpisah, kemudian diletakkan dalam kulkas.

Keenam, sebaiknya udara dalam plastik pembungkus dihilangkan lebih dahulu, atau dikurangi sehingga mikroba dalam udara tidak mencemari daging.

Ketujuh, daging sebaiknya tidak langsung diletakkan dalam freezer, melainkan turunkan dulu suhunya di bagian chiler atau bagian bawah freezer. Setelah beberapa jam, baru diletakkan ke dalam pembeku.

Kedelapan, jika akan memasak daging dari freezer, cairkan esnya dengan diletakkan di suhu ruangan. Jangan direndam air panas. Diamkan selama beberapa jam hingga cair sendiri, setelah itu baru dimasak. Dengan begitu kandungan gizinya terjaga dan aman dikonsumsi.


Dari laman ugm.ac.id juga terungkap cara sehat mengawetkan daging dari pakar produksi ternak Fakultas Peternakan UGM, Panjono, Ph.D.

Tidak dianjurkan daging yang hendak disimpan untuk dicuci dahulu atau terkena cairan. Alasannya, bakteri atau kuman dalam air dapat mencemari daging dan mempercepat proses pembusukan.

Tujuan meletakkan daging tidak langsung ke dalam freezer melainkan di bagian lain dalam kulkas adalah untuk menjaganya tetap empuk dan nilai gizinya awet.

Saat daging dalam proses pendinginan, daging mengalami proses rigormortis (kejang-kejang). Oleh karena itu, menurunkan suhunya secara perlahan ke bagian kulkas bersuhu 2-5 derajat Celcius lebih dulu akan membuat proses pembekuan merata.

Berbeda jika langsung dimasukkan freezer, proses pembekuan terjadi mendadak di sebagian sisi daging. Pembekuan mendadak dan tidak merata akan merusak struktur daging.

Saat hendak mengolah dan memasaknya, daging dari freezer pun harus dipindahkan dulu ke bagian bawah dari freezer. Itu untuk menaikkan suhunya secara perlahan dan mencairkannya perlahan dan merata.

Baru kemudian dikeluarkan dari kulkas dan didiamkan di suhu ruang selama beberapa jam agar mencair secara alami. Jika mendadak dicairkan dengan air panas misalnya, maka struktur daging rusak dan banyak isi plasma sel yang keluar.


Hindari memanggang sate daging hingga gosong dan berkerak hitam, atau hilangkan kerak gosong itu sebelum dikonsumsi, sebab bagian gosong tersebut tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Yang perlu diperhatikan saat memanggang sate di masa pandemi seperti ini adalah tidak melakukannya beramai-ramai. Tetap gunakan masker agar saat bersin atau batuk, kuman tidak mencemari daging. Selalu ingat untuk mencuci tangan jika kotor atau usai memegang benda lain, sebelum kembali memegang daging.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA 2021 atau tulisan menarik lainnya Cicik Novita
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight