Menuju konten utama

Cara Mengenali Love Scam, Begini Trik dan Iming-iming Pelaku

Love scam adalah tindak kejahatan online yang cukup marak belakangan ini. Pelaku mendekati korban hingga terjalin kedekatan, lalu memperdayanya.

Cara Mengenali Love Scam, Begini Trik dan Iming-iming Pelaku
Ilustrasi Love Scam. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Praktik penipuan daring dengan modus love scam tumbuh subur di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Terbaru, skema penipuan ini membuat mantan artis Fabiola Elizabeth Agnes diringkus polisi. Namun, di tengah perkembangannya yang makin merisaukan, bagaimana mengenali modus dan trik tipu daya penipuan ini?

Awal Juni 2026, kasus penangkapan kelompok pelaku love scam di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah menyita perhatian publik. Kasus ini menyeret nama Fabiola Elizabeth sebagai tersangka. Mantan istri Reza Smash ini diduga terlibat praktik love scamming atau penipuan bermodus asmara untuk menjerat calon korban dari luar negeri.

Fabiola dicokok polisi bersama komplotan penipu online tempatnya bekerja. Dalam jumpa pers pada Senin (1/6/2026), Polda Jawa Tengah menyebut ada 39 orang yang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini.

Kepolisian menyebut, komplotan Fabiola beroperasi dengan kedok perusahaan konsultan investasi bernama PT Digi Global Konsultan. Warga negara Amerika Serikat (AS) dilaporkan jadi target utama komplotan ini.

Fabiola disebut sebagai model yang berinteraksi langsung dengan korban. Ia bertugas merayu dan mengiming-imingi korban untuk mentransfer sejumlah uang dengan kedok investasi.

Pihak kepolisian Jawa Tengah mengklasifikasikan kasus itu sebagai skema love scam. Hal ini artinya pelaku turut menggunakan trik tipu daya berkedok asmara ketika berinteraksi dengan korban. Ketika hubungan asmara tampak sudah terjalin, para penipu ini kemudian memperdaya korban untuk mentransfer uang untuk investasi fiktif.

Kasus yang menjerat Fabiola Elizabeth Agnes sebenarnya merupakan satu kasus dari fenomena yang tengah terjadi seantero Asia Tenggara. Modus penipuan ini tumbuh subur di negara-negara sisi tenggara Asia dalam satu dekade terakhir.

Nominal kerugian yang timbul akibat skema penipuan ini juga fantastis. Pada 2024, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) memperkirakan nilai kerugian akibat skema penipuan di Asia Tenggara sepanjang 2023 saja telah mencapai antara 18 miliar hingga 37 miliar dolar AS.

Pada Januari lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis laporan kerugian akibat skema penipuan ini di Indonesia selama kurun waktu 2025. Jumlah yang tercatat tergolong fantastis, Rp49,198 miliar dalam satu tahun.

Apa Itu Love Scam dan Iming-imingnya?

Arti love scam adalah skema penipuan yang dilakukan pelaku dengan modus asmara. Secara sederhana, penipuan ini dilakukan dengan menjalin hubungan romantis fiktif dengan korban, lalu memperdaya mereka untuk mendapatkan uang.

Seturut laman resmi Biro Investigasi Federal AS (FBI), skema ini akan memperdaya korban sehingga terjebak pada “ilusi hubungan romantis atau dekat”. Dalam posisi ini, korban menjadi rentan diperdaya oleh pelaku.

Dalam banyak kasus, skema penipuan ini disebut turut menggunakan berbagai trik iming-iming, termasuk dengan cepat membangun hubungan romantis hingga terasa cukup dekat untuk melamar korban. Pelaku dan korban mungkin telah merancang agenda pernikahan mereka, namun tanpa sadar itu hanya kedok untuk memperdaya.

Selain itu, love scam juga turut menggunakan metode-metode pemerasan sebagai trik. Para pelaku bisa memperdaya korban untuk membuat konten seksual yang personal lalu menggunakannya untuk memeras korban dengan ancaman akan disebarkan aib itu.

Salah satu modus paling umum dari skema ini adalah mengaku sebagai pelaku industri bidang konstruksi. Para pelaku lalu mengaku sedang terlibat proyek pembangunan gedung tertentu dan menggunakan kedok itu untuk mengajak korban ikut berinvestasi atau menolong pelaku yang mengalami situasi genting.

“Hal itu mempermudah untuk menghindari pertemuan tatap muka—dan lebih masuk akal ketika mereka meminta uang untuk keadaan darurat medis atau biaya hukum yang tak terduga,” tulis FBI dalam laman resminya.

Cara Mengenali Love Scam dari Berbagai Kebohongan Pelaku

Ada sejumlah alasan dan kedok yang kerap kali digunakan para pelaku love scam. Mengenali kebohongan mereka merupakan cara terbaik untuk mencegah kita jadi korban penipuan ini.

Federal Trade Commission (FTC), lembaga perlindungan konsumen dan pasar sehat AS, menjelaskan sedikitnya ada tiga kebohongan yang sering digunakan pelaku love scam untuk menjerat para korban.

  • Pertama, pelaku biasanya akan mengaku mereka sedang bekerja atau tinggal di luar negeri karena alasan pekerjaan. Hal ini jadi kedok bagi pelaku untuk menolak pertemuan langsung dengan korban.
  • Kedua, pelaku biasanya akan meminta uang kepada korban untuk hal-hal yang darurat. Setelah mendapatkan kepercayaan, pelaku akan bercerita tentang kebutuhan mendesak seperti biaya pengobatan, tiket pesawat untuk bertemu, atau kebutuhan tak terduga dalam pekerjaan. Pelaku lalu meminta uang kepada korban.
  • Ketiga, pelaku memperdaya korban dengan mengarahkan langsung metode pemberian uang kepada pelaku. Mereka biasanya menggunakan metode transfer yang cukup sulit dilakukan, seperti mengirim uang lewat Western Union/MoneyGram hingga memasukkan uang sebagai hadiah di Amazon atau iTunes. Tak jarang pula mereka memperdaya korban untuk memberikan kode akses ke rekening bank korban.
Agar tak jadi korban dari skema penipuan ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah berlaku bijak dalam setiap hubungan romantis apa pun. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah jangan mengirim uang kepada kekasih yang belum pernah ditemui.

Jika kekasih online Anda meminta uang, lakukan pengecekan yang lebih dalam tentang sosoknya. Kita bisa mencari di internet apakah pengakuan korban ketika meminta uang, pernah digunakan sebagai modus penipuan di masa lalu. Kita juga bisa mengonfirmasi terlebih dahulu apakah identitas kekasih online kita betulan ada dan nyata, atau justru fiktif.

Baca juga artikel terkait MODUS-MODUS PENIPUAN ONLINE atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar