Menuju konten utama

BTN Gelar RUPSLB di Oktober, Bahas Pemisahan Bisnis Syariah

Dengan langkah ini, diharapkan Bank Syariah Nasional dapat beroperasi secara penuh pada 2026.

BTN Gelar RUPSLB di Oktober, Bahas Pemisahan Bisnis Syariah
Gedung PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) di Jakarta. ANTARA/HO-BTN/aa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bakal melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Oktober mendatang. RUPSLB ini untuk meminta restu para pemegang saham guna memisahkan unit usaha syariah (UUS) BTN dan menggabungkannya ke Bank Syariah Nasional (BSN).

Menurut Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, agenda ini merupakan lanjutan dari RUPSLB yang telah dilaksanakan Perseroan dalam rangka mengubah nama PT Bank Victoria Syariah menjadi Bank Syariah Nasional.

"Pada bulan Oktober BTN merencanakan RUPSLB untuk persetujuan pemisahan bisnis syariah secara resmi," ujarnya dalam paparan publik secara daring, Rabu (10/9/2025).

Dengan langkah ini, diharapkan Bank Syariah Nasional dapat beroperasi secara penuh pada 2026. Sementara, percepatan spin-off melalui penggabungan unit usaha syariah ke Bank Syariah Nasional, akan membuat pertumbuhan bank umum syariah (BUS) itu menjadi lebih cepat.

Sebab, di kemudian hari Bank Syariah Nasional sebagai BUS dinilai dapat menarik dana masyarakat melalui segmen syariah yang dijalankan. Apalagi, Bank Syariah Nasional digadang-gadang bakal menjadi bank syariah terbesar kedua setelah Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Ada segmen yang gak percaya sama unit usaha syariah, percayanya kalau sudah spin off. Nah itu pasti akan berubah gitu ya," tambah Nixon.

Sementara itu, kendati masih berbentuk unit usaha, BTN Syariah mencatatkan kinerja cemerlang pada semester I 2025, dengan total aset UUS BTN itu mencapai Rp65,56 triliun, naik 18,0 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp55,54 triliun.

Peningkatan aset tersebut didorong oleh perluasan segmen pembiayaan, dengan nilai penyaluran pembiayaan mencapai Rp48,46 triliun, naik 17,0 persen (yoy) dibandingkan semester I 2024 yang sebesar Rp41,41 triliun.

Pada saat yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 19,8 persen (yoy) menjadi Rp55,23 triliun. Adapun, total laba bersih BTN Syariah tercatat sebesar Rp401 miliar pada akhir Juni 2025, naik 8,3 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp370 miliar.

Baca juga artikel terkait BTN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra