Menuju konten utama

BPBD Pasaman Barat: 1 Tewas, 2.715 Rumah Terdampak Banjir

Total 10 kecamatan yang terdiri atas 2.322 jiwa terdampak banjir di Pasaman Barat dengan rincian 388 kepala keluarga harus mengungsi.

BPBD Pasaman Barat: 1 Tewas, 2.715 Rumah Terdampak Banjir
Seorang warga Aia Gadang Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat menggendong anaknya melintasi genangan air luapan Sungai Batang Pasaman, Kamis (27/11/2025). ANTARA/Altas Maulana.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat satu orang meninggal dunia dan 2.715 unit rumah dengan 2.322 jiwa terdampak banjir di daerah itu.

Sekretaris BPBD Pasaman Barat, Gustrizal, mengatakan, pendataan dampak bencana alam terus dilakukan di lapangan oleh petugas yang ada.

"Dari 2.715 unit rumah itu, dua unit rumah hanyut," katanya di Simpang Empat, Kamis (27/11/2025) sebagaimana dikutip Antara.

Selain itu, sekolah yang terdampak ada 22 sekolah, pengungsi sebanyak 388 kepala keluarga.

"Total kerugian sementara sekitar Rp360 juta dari sektor kerusakan pertanian dan perkebunan. Data ini kemungkinan akan terus berubah karena pendataan terus dilakukan," katanya.

Dia menyebutkan dari 11 kecamatan yang ada, 10 kecamatan sudah terdampak, yakni Kecamatan Kinali, Pasaman, Sasak Ranah Pasisia, Gunung Tuleh, Sungai Aua, Lembah Melintang, Koto Balingka, Ranah Batahan, dan Kecamatan Sungai Beremas.

"Sementara satu kecamatan, yakni kecamatan Luhak Nan Duo masih belum ada laporan kejadian," katanya.

Saat ini, katanya, tim gabungan selain fokus mengevaluasi warga terjebak banjir juga dilakukan penanganan kesehatan, penyaluran logistik dan membantu warga terdampak banjir.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menegaskan, saat ini pihaknya terus memacu penyaluran logistik bagi warga terdampak banjir dan bencana alam lainnya.

"Sambil berjalan mengevakuasi korban banjir, kita juga memacu pendistribusian makanan atau logistik kepada warga termasuk pelayanan kesehatan," katanya.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher