Menuju konten utama

BGN Bantah Dana Rp335 T MBG Sepenuhnya dari Anggaran Pendidikan

Menurut Dadan, biaya MBG tahun depan tak hanya bersumber dari anggaran pendidikan, melainkan juga dikombinasikan dengan anggaran kesehatan.

BGN Bantah Dana Rp335 T MBG Sepenuhnya dari Anggaran Pendidikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (10/7/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meluruskan kabar terkait anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp335 triliun yang disebut sepenuhnya diambil dari anggaran pendidikan pada APBN 2026.

Ia menjelaskan, biaya untuk menjalankan program MBG tahun depan tidak hanya bersumber dari anggaran pendidikan, melainkan juga dikombinasikan dengan anggaran kesehatan.

“Jadi bukan Rp335 triliun dari pendidikan tok. Jadi Rp335 triliun itu adalah total yang akan kami gunakan,” katanya di Antara Heritage, Selasa (19/8/2025).

Secara rinci, sekitar Rp24–27 triliun akan bersumber dari anggaran kesehatan, sementara sisanya ditopang oleh alokasi dana pendidikan. Total anggaran pendidikan sendiri dialokasikan sebesar Rp757,82 triliun.

Dadan menekankan bahwa keputusan final mengenai sumber anggaran berada di tangan Presiden Prabowo Subianto, bukan BGN.

”Nah, terkait dengan anggaran ini wilayahnya Pak Presiden ya. Badan Gizi ini hanya diberi, ditanya berapa uang yang dibutuhkan untuk makan gizi dengan asumsi yang demikian saya katakan Rp335 triliun,” ujarnya.

Ia memastikan alokasi untuk program pendidikan yang sudah ada tidak akan berkurang. Mekanismenya, anggaran pendidikan ditetapkan sebesar 20 persen dari PDB.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5 persen per tahun, anggaran pendidikan otomatis meningkat. Kenaikan inilah yang akan dialokasikan untuk MBG, bukan diambil dari program lama.

“Jadi ada yang kenaikan di pendidikan yang tahun ini yang sebetulnya tahun lalu belum ada. Jadi kenaikannya itu dialokasikan untuk makan gizi (MBG),” ucapnya.

Presiden menilai MBG memiliki multi-manfaat. Makanan untuk anak sekolah adalah bagian dari pendidikan, intervensi gizi untuk ibu hamil dan menyusui merupakan aspek kesehatan, dan bantuan untuk keluarga miskin masuk dalam fungsi sosial.

Sementara untuk tahun ini, realisasi anggaran MBG baru mencapai Rp10,3 triliun. Angka ini diproyeksikan akan semakin meningkat seiring bertambahnya penerima manfaat.

Total pagu anggaran MBG tahun 2025 adalah Rp71 triliun, dengan dana cadangan mencapai Rp100 triliun.

“Nanti di bulan September kalau kami sudah bisa membentuk kurang lebih 10 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), maka setiap bulan itu Rp10 triliun sendiri,” kata Dadan.

Sementara itu, ia menargetkan hingga akhir 2025 program MBG dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Jumlah penerima ini juga akan menjadi target untuk tahun depan.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana