tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, siang tadi. Pertemuan keduanya pun berjalan dua jam dan berlangsung secara tertutup.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan, pertemuan dua tokoh bangsa tersebut digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dia menyebut, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bagian dari silaturahmi menjelang Idul Fitri.
“Kedua pemimpin bangsa tersebut bersilaturahmi secara kekeluargaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).
Megawati pun datang dengan didampingi putrinya, Ketua DPR RI Puan Maharani. Sementara, Presiden Prabowo ditemani putranya Didit Hediprasetyo.
Teddy menyebut, momen pertemuan ini mencerminkan nilai kebersamaan dan persatuan di antara para pemimpin bangsa. Bahkan, dia menyebut, hal ini menjadi simbol kuat bahwa harmoni dan persatuan nasional harus terus dijaga, terlebih di saat bangsa Indonesia menyambut hari kemenangan Idul Fitri yang membawa pesan kembali ke fitrah, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan semangat kebangsaan.
Sementara itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengemukakan bahwa pertemuan Megawati dan Prabowo selaiknya teman lama. Di dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut, dibahas hal-hal strategis tentang persoalan bangsa dan negara, serta berbagai persoalan geopolitik.
"Pengalaman Ibu Megawati yang sangat luas, terutama sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensional, termasuk berbagai pendekatan kebijakan yang selalu menekankan pentingnya sense of priority dan sense of urgency, menjadi salah satu hal yang didiskusikan dalam pertemuan tersebut," ujar Hasto.
Diakui Hasto, keduanya juga membahas terkait dengan persoalan geopolitik, khususnya kepeloporan Indonesia dalam Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, dan berbagai peran penting dalam membangun tata dunia baru melalui politik luar negeri bebas aktif. Megawati juga menceritakan kunjungan terakhir Beliau ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia.
"PDI Perjuangan menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki semangat gotong royong sehingga pertemuan antarpemimpin bangsa sebagaimana terjadi dengan Presiden Prabowo dan Presiden Kelima Megawati Soekarnoputri selain sesuai dengan kultur bangsa, untuk saling berdialog, bermusyawarah, juga ditujukan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara," ungkap Hasto.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






























