tirto.id - Setelah sukses dengan edisi perdana Paradaya Movement, ParagonCorp kembali menggelar program serupa tahun ini. Resmi dimulai pada Rabu (28/5/2025), Paradaya Movement 2.0 diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lewat pemberdayaan masyarakat di sektor tenaga kerja.
Melalui Paradaya Movement, ParagonCorp berkolaborasi dengan sejumlah mitranya untuk menyediakan pelatihan dan akses kerja bagi para mustahik (penerima zakat). Penerima manfaat di program ini bisa mengikuti berbagai jenis pelatihan vokasi yang meningkatkan kapasitas mereka sebagai tenaga kerja.
Di Paradaya Movement 2.0, ParagonCorp menggandeng 18 organisasi pengelola zakat yang berperan menyaring para calon penerima manfaat dalam program ini.
Menurut DVP & Chief Administration Officer (CAO) Paragon, Miftahudin Amin, pelaksanaan Paradaya Movement bermula dari gagasan untuk membentuk program sosial berkelanjutan dengan dampak yang nyata.
"Paradaya Movement itu menjadi salah satu journey kita di Paragon karena pada saat kita ngobrol-ngobrol pada akhir 2023, kita berdiskusi agar bagaimana caranya social movement kita bukan hanya menyasar pada program yang one time dan kita enggak melihat impact-nya," kata Miftahudin dalam acara Kick Off Paradaya Movement 2.0 di Paragon Community Hub, Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Miftahudin mencatat sekitar 24 juta masyarakat Indonesia masih tergolong miskin. Selain itu, 3 juta orang terjerat kemiskinan ekstrem dan angka pengangguran mencapai 7 juta jiwa. Maka itu, Paradaya Movement pun berfokus mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat.
"Indonesia memiliki demografi yang sangat luar biasa emas. Namun, kalau kita tidak bergerak bersama-sama, kalau kita tidak berkolaborasi, maka bukannya emas yang kita peroleh, tapi kecemasan yang kita peroleh nanti," tambah dia.
Paradaya Movement Bangun Ekosistem Penggerak Ekonomi
Edisi perdana Paradaya Movement yang digelar pada tahun 2024 terbilang sukses. Dalam kurun enam bulan, ParagonCorp bersama lembaga-lembaga pengelola zakat mitranya bisa menggerakkan sekitar 680 partisipan dalam pelatihan vokasi.
"Di vocational training ini, ada 45 program vokasi. Setelah selesai, alhamdulillah 57 persen dari mereka yang ikut atau ekuivalen dengan hampir 500 orang itu bekerja," ujar dia.
Kendati demikian, lanjut Miftahudin, Paradaya Movement sejatinya tumbuh dari keinginan Paragon untuk memberikan dampak sosial. Keberhasilan sebelumnya tidak menjadi satu-satunya tolok ukur menjaga keberlanjutan program tersebut.
Dia menambahkan, di Paradaya Movement 2.0, Paragon akan bekerja sama dengan lebih banyak pemangku kepentingan. Kerja sama tersebut ditujukan untuk mendorong ekosistem yang mampu menggerakkan perekonomian Indonesia ke depan.
"Kami bisa belajar, lembaga zakat juga bisa belajar bagaimana ekosistem dibangun. Jadi teman-teman challenge, bagaimana kita buat gerakan bukan hanya muncul, terus hilang," kata Miftahudin.
Selepas kick off Paradaya Movement 2.0, ParagonCorp akan segera membuka pendaftaran penerima manfaat program ini. Setelah terdaftar, mereka akan mengikuti pelatihan vokasi.
Penyelenggaraan Paradaya Movement 2.0 diapresiasi Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, yang hadir dalam kick off program tersebut. Dia menilai Paradaya Movement bisa menjadi contoh untuk gerakan sosial lainnya di masyarakat.
"Ini [Paradaya Movement 2.0] adalah bentuk kolaborasi. Kita dorong untuk lebih besar. Ini bisa jadi contoh untuk yang lain," kata Yassierli.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id



























