Menuju konten utama

Beras dari UEA yang Ditolak Pemkot Medan Kini Dikelola MMC

Mendagri Tito mengatakan beras puluhan ton dari Arab itu bukan berasal dari Pemerintah Uni Emirat Arab, tapi dari organisasi non-pemerintahan kemanusiaan.

Beras dari UEA yang Ditolak Pemkot Medan Kini Dikelola MMC
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers terkait pemberhentian Bupati Aceh Selatan di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberhentikan sementara Bupati Aceh Selatan Mirwan MS selama tiga bulan dari jabatannya karena berangkat umrah tanpa izin di saat daerahnya dilanda bencana. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyebutkan beras 30 ton dari Uni Emirat Arab (UAE) yang sempat ditolak Pemerintah Kota (Pemkot) Medan tetap bakal dibagikan melalui Muhammadiyah Medical Center (MMC).

Menurut Tito, beras puluhan ton dari Arab itu bukan berasal dari Pemerintah Uni Emirat Arab, melainkan dari organisasi non-pemerintahan kemanusiaan bernama Red Crescent yang terletak di Arab.

"Kami langsung berhubungan dengan Duta Besar United Arab Emirates yang menyampaikan kepada kami tadi malam bahwa yang diberikan itu, bantuan 30 ton berasal, bukan dari pemerintahan United Arab Emirates, tapi dari Red Crescent," katanya saat konferensi pers di Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Kata Tito, bantuan itu akan disalurkan melalui Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Namun, Rico disebut menyangka bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Uni Emirat Arab.

Jika penyaluran dilakukan Pemerintah Uni Emirat Arab, bantuan itu bersifat dari pemerintah kepada pemerintah (government to government).

"Namun, Pak Rico menyampaikan belum ada kejelasan mengenai mekanisme. Mekanisme penerimaan dari internasional. Dipikir oleh Pak Wali Kota [Rico], [bantuan beras 30 ton] adalah dari pemerintah, government to government, yang belum ada mekanismenya," katanya.

Karena itu, Tito mengakui, bantuan beras 30 ton tetap diterima. Bantuan itu akan diserahkan kepada korban bencana Sumatra melalui MMC.

"Beras ini sekarang sudah ada di tangan Muhammadiyah dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat," tutur dia.

Sebagai informasi, Rico Waas mengaku mengembalikan bantuan itu karena tidak ada peraturan dari Pemerintah Pusat soal penerimaan bantuan dari pemerintah negara asing. Ia mengaku telah mengecek peraturan itu ke sejumlah pihak, misalnya BNPB serta Kementerian Pertahanan.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama