tirto.id - Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan terluka akibat serangan udara Israel-Amerika Serikat (AS). Namun, benarkah demikian?
Laporan mengenai terlukanya Mojtaba Khamenei jadi salah satu isu yang terus muncul dalam tajuk rencana outlet berita internasional.
Banyak spekulasi menyebut bahwa luka yang dialami Mojtaba jadi alasan mengapa ia tak kunjung muncul ke hadapan publik meskipun telah secara resmi jadi pemimpin tertingi Iran pada Minggu (8/3/2026).
Belakangan, kabar terlukanya Mojtaba mulai terkonfirmasi. Seturut Times of Israel, media AS, New York Times, menyebut bahwa sumber anonim mereka dari pihak Iran telah mengonfirmasi hal tersebut dalam laporan terbarunya pada Rabu (11/3/2026).
Dalam laporan itu, New York Times menyebut bahwa Mojtaba telah terluka sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Tak terkonfirmasi luka apa saja yang diderita Mojtaba, namun laporan itu mengindikasikan ia terluka di bagian kakinya.
Sebelumnya, kunjung munculnya Mojtaba telah menciptakan spekulasi tentang keselamatan pemimpin baru Iran itu. Seturut The Jerusalem Post, tak ada satu pun foto maupun video yang menunjukkan Mojtaba yang dirilis sejak Majelis Pakar Iran memilihnya sebagai pengganti ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup
Terlukanya Mojtaba dalam serangan AS-Israel juga telah dikonfirmasi oleh pemberitaan saluran televisi milik Pemerintah Iran. Dalam pemberitaan terkait penetapan Mojtaba selaku pemimpin tertinggi, anak Ali Khamenei itu disebut sebagai "janbaz" atau orang yang terluka dalam peperangan.
"Dia [Mojtaba], yang merupakan janbaz Perang Ramadhan, mewarisi jalan para martir yang bangga dan teguh di negeri ini," jelas pewarta saluran televisi itu.
Meski begitu, seturut CTV News, Mojtaba dilaporkan masih hidup. Pejabat Iran yang jadi sumber anonim Reuters mengungkap pada Rabu bahwa Mojtaba masih bisa memerintah meski terluka.
Akan tetapi, pejabat anonim itu tak merinci kapan Mojtaba terluka dan mengapa ia tak kunjung membuat pernyataan atau penampilan perdana selaku pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Anak presiden Iran, Yousef Pezeshkian, turut memberikan pernyataan bahwa Mojtaba Khamenei masih hidup sertan "aman dan sehat". Pernyataan yang disampaikan Rabu (11/3/2026) itu tidak menyertakan bantahan membantah bahwa pemimpin tertinggi telah terluka.
“Saya mendengar kabar bahwa Tuan Mojtaba Khamenei terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, alhamdulillah, beliau selamat dan sehat,” kata Yousef Pezeshkian, melalui unggahan di Telegram, dikutip Times of Israel.
Badan intelijen Israel meyakini Mojtaba hanya mengalami luka ringan. Tidak munculnya Mojtaba ke hadapan publik dipandang juga diyakini jadi cara Iran menjaga pemimpin tertinggi yang baru itu dari serangan.
Banyak pihak menggambarkan Mojtaba sebagai sosok yang punya kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Ia juga dianggap sebagai sosok dengan pandangan yang keras terhadap nilai demokrasi ala Eropa dan Amerika, lebih keras ketimbang Ali Khamenei yang dibunuh AS-Israel.
Sementara itu, serangan AS-Israel pada 28 Februari adalah eksekusi anggota keluarga Mojtaba. Ayah dan ibunya terbunuh. Istri Mojtaba, Zhra Haddad-Adel, juga dilaporkan meninggal dalam serangan itu.
Mojtaba juga sudah sejak lama dipandang sebagai calon kuat penerus Ali Khamenei. Ia telah lama dilibatkan dalam kerja-kerja pemerintahan, walaupun ia jarang menampakkan diri di hadapan publik secara langsung dalam agenda-agenda pemerintahan Iran era ayahnya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






























