Periksa Fakta

Benarkah Erdogan Menangisi Pembakaran Bendera HTI di Garut?

Oleh: Frendy Kurniawan - 24 Oktober 2018
Dibaca Normal 2 menit
Foto yang menunjukkan Erdoğan menangis ternyata adalah foto-foto lawas.
tirto.id - Peristiwa pembakaran bendera terjadi di lapangan alun-alun kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Senin, 22 Oktober 2018 kembali membuat media sosial ramai. Tak hanya video peristiwa itu saja yang menjadi viral. Rumor-rumor terkait peristiwa ini pun bermunculan.

Rumor

Salah satunya adalah rumor yang menyebut Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, menangis setelah mengetahui insiden itu. Rumor ini muncul melalui portal berita dengan artikel berjudul “Bendera Tauhid Dibakar Di Indonesia, Erdogan Menangis Lalu Berpesan Seperti Ini” pada hari yang sama ketika insiden berlangsung (22/10/2018).

Sehari berikutnya, Selasa (23/10/2018), portal lain menulis artikel berjudul “Presiden Erdogan Menangis: Terkutuklah Manusia yang Ingin Mengadu Domba Saudara Kami di Indonesia”. Beberapa portal lain menulis artikel dengan judul berbeda, tapi isi serupa.

Sementara itu, pada Rabu (24/10/2018), sebuah portal berbahasa Inggris menulis hal yang sama dengan judul “Hearing the Flags Bearing Tawhid Sentences Were Burned, Erdogan Cries”. Tidak ada yang baru dalam isi artikelnya. Ia hanya menyatakan bahwa konten itu merujuk konten dari portal berita terbitan tanggal 22 Oktober di atas.

Dari berbagai penelusuran di atas, dapat dilihat bahwa rumor ini bukan saja menjadi artikel berita di berbagai portal internet, tapi telah berantai menjadi kabar viral dalam bentuk video. Beberapa video dengan konten Erdoğan yang disebut menangisi insiden pembakaran bendera di Garut terpacak di platform Youtube.

Benarkah Erdoğan menangisi insiden itu?

Fakta

Berdasarkan dari waktu terbitnya, artikel berjudul “Bendera Tauhid Dibakar Di Indonesia, Erdogan Menangis Lalu Berpesan Seperti Ini” adalah salah satu portal yang memulai menerbitkan rumor soal Erdogan. Beberapa artikel yang terbit setelahnya merujuk pada artikel tersebut.

Sayangnya, sumber rujukan artikel tersebut meragukan. Pernyataan Erdogan dalam artikel hanya mereka sebut dari “sumber yang terpercaya.” Tidak ada keterangan lebih jelas dan mendetail yang menyebut siapa sumber itu. Bahkan, dalam kalimat pernyataan langsung Erdogan di artikel itu, hanya ada keterangan yang menyebut bahwa sumbernya adalah “seperti dikutip dari internet."

Berikut ini adalah cuplikan konten portal tersebut: “Indonesia negara Islam terbesar di dunia. Yang banyak dijadikan model negara yang sangat toleransi. Tapi mengapa malah terjadi kejadian seperti ini,” ujar Erdogan seperti dikutip dari internet.

Sampai tulisan ini dibuat, Rabu (24/10/2018), belum ada informasi resmi yang memuat tanggapan Pemerintah Turki ataupun dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan soal insiden pembakaran bendera di Garut. Artinya, pernyataan Erdogan dalam artikel yang beredar belum terverifikasi sebagai informasi yang sahih.

Foto Ilustrasi adalah Foto Lawas

Pelacakan lain yang dapat membantu memahami konteks rumor yang tengah beredar ini adalah soal ilustrasi foto. Setidaknya, ada dua ilustrasi foto dalam penyebaran rumor Erdogan menangis.

Pertama, ilustrasi foto Erdogan seperti yang termuat dalam artikel berjudul “Bendera Tauhid Dibakar Di Indonesia, Erdogan Menangis Lalu Berpesan Seperti Ini”. Hasil Reverse Image mengantarkan fakta bahwa itu adalah kabar lawas.

Pada laman berita ynetnews.com pada 23 Agustus 2013, Erdogan tampak menangis sehari sebelumnya (22 Agustus 2013) dalam sebuah interview di televisi. Presiden Turki itu terharu dan menangis setelah mendengarkan puisi yang ditulis oleh politikus Ikhwanul Muslimin senior Mesir, Mohammed el-Beltagi.

Puisi disebut bercerita soal kematian putri Mohammed yang berusia 17 tahun dalam insiden protes di Kairo. Laman berita alarabiya.net pun turut mengabarkan hal yang sama.

Sementara itu, ilustrasi foto kedua seperti termuat dalam artikel berjudul “Hearing the Flags Bearing Tawhid Sentences Were Burned, Erdogan Cries” pun merupakan kabar lawas. Hasil Reverse Image menunjukkan bahwa Erdogan mengusap kedua tangan ke wajah di dekat mata itu terjadi dalam acara pemakaman resmi terkait insiden kudeta di Turki. BBC News menerbitkan berita tersebut pada 19 Juli 2016.

Artinya, dua ilustrasi foto yang menunjukkan Erdogan menangis tidak berkaitan sama sekali dengan insiden pembakaran bendera di Garut.


Rumor Digabungkan dengan Berita Sungguhan

Artikel berjudul “Bendera Tauhid Dibakar Di Indonesia, Erdogan Menangis Lalu Berpesan Seperti Ini” tidak hanya memuat pernyataan yang disebut berasal dari Erdogan. Pada bagian akhir artikel tersebut, terdapat pernyataan Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Yaqut Cholil Qoumas yang bersumber dari rujukan artikel berita sungguhan.

Artikel di asiasatu.online itu menyebut pernyataan Yaqut yang dikutipnya bersumber dari berita CNN Indonesia: “Saya memahami apa yang dilakukan teman-teman itu adalah upaya menjaga kalimat tauhid,” ujar Yaqut saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/10)."

Artinya, artikel tersebut menggabungkan rumor dengan informasi yang sahih. Jika pembaca tidak hati-hati, artikel tersebut terkesan menggunakan sumber yang wajar dalam pemberitaan. Bahkan, dalam konteks tertentu, penggunaan cuplikan informasi dari pemberitaan lain cenderung mengarah pada model informasi yang difabrikasi (fabrication news). Pembaca yang tidak teliti akan mudah percaya begitu saja konten portal tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan pemeriksaan di atas, dapat disimpulkan bahwa rumor yang menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menangisi insiden pembakaran bendera di Garut, Senin (22/10/2018), adalah informasi keliru (tidak benar).

Rumor yang berkembang menjadi artikel di beberapa portal itu berdasar pada sumber yang meragukan. Pemerintah Turki pun tidak mengeluarkan pernyataan resmi yang menanggapi insiden pembakaran bendera.

Pelacakan foto pun mendapati bahwa foto-foto yang digunakan sebagai ilustrasi artikel-artikel di atas adalah foto-foto lawas yang tidak ada hubungannya dengan situasi saat ini.

===========

Tirto mendapat akses aplikasi CrowdTangle yang menunjukkan sebaran sebuah unggahan (konten) di Facebook, termasuk memprediksi potensi viral unggahan tersebut. Akses tersebut merupakan bagian dari realisasi penunjukan Tirto sebagai pihak ketiga dalam proyek periksa fakta Facebook.

Baca juga artikel terkait PEMBAKARAN BENDERA TAUHID atau tulisan menarik lainnya Frendy Kurniawan
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Frendy Kurniawan
Editor: Maulida Sri Handayani