Menuju konten utama

Bakal Latih Ulsan, Benarkah Ada Rivalitas STY dan Kim Pan-gon?

Kim Pan-gon didepak Ulsan HD dan dikabarkan bakal digantikan STY. Adakah rivalitas antara dua pelatih Korea Selatan tersebut?

Bakal Latih Ulsan, Benarkah Ada Rivalitas STY dan Kim Pan-gon?
Shin Tae-yong saat menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, sedang mengamati permainan anak asuhnya saat melawan Timnas Arab Saudi pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Lmo/Spt.

tirto.id - Mantan pelatih Indonesia, Shin Tae-yong (STY), dikabarkan akan direkrut sebagai juru taktik baru tim Korea Selatan (Korsel), Ulsan Hyundai.

Menariknya, STY bakal menggantikan mantan pelatih Malaysia, Kim Pan-gon. Kim merupakan salah satu sosok di balik pemecatan STY sewaktu menjabat sebagai pelatih Timnas Korsel pada 2018.

STY dikabarkan sudah mencapai kesepakatan dengan pihak manajemen Ulsan HD. Mantan juru taktik Timnas Indonesia ini juga disebut hanya menunggu waktu untuk pengumuman resmi. Sementara STY, mengonfirmasi memang mendapat tawaran dari Ulsan Hyundai.

“Memang benar saya mendapat tawaran dari Ulsan Hyundai. Saya sedang mempertimbangkan dengan serius,” jelas STY, Kamis (31/7/2025) dikutip dari Football-Asian.

Sebelum STY dikabarkan bakal merapat ke Ulsan, tim tersebut baru saja memecat Kim Pan-gon setelah gagal memenangkan 10 laga terakhir. Sedangkan ada ekspektasi klub untuk melihat juara bertahan K-League 1 itu mencatatkan rekor 4 gelar beruntun.

"Kami ingin menginformasikan bahwa Ulsan HD dan pelatih Kim Pan Gon telah mengakhiri kontrak atas kesepakatan bersama," tulis akun Instagram resmi Ulsan HD, @uhdfc_1983, pada Jumat (1/8).

Melansir Yonhap News, Kim Pan-gon dibuat berang dengan keputusan klub untuk memecatnya. Ia menyatakan bahwa cara Ulsan HD memecatnya adalah langkah yang tidak hormat.

"Saya baru menerima surat pemecatan dari klub setelah media melaporkannya kemarin. Ini bukan hanya tidak sopan, tetapi juga bermasalah secara administratif," ujarnya.

Pergantian Kim Pan-gon dengan Shin Tae-yong di Ulsan HD tersebut mengingatkan penggemar bola dengan jalan kepelatihan keduanya, yang seolah memiliki rivalitas sejak lama.

Benarkah Ada Rivalitas Kim Pan-gon dengan STY?

Pertalian jalan kepelatihan Kim Pan-gon dan Shin Tae-yong (STY) bermula pada Piala Dunia Rusia 2018. Kala itu, STY merupakan pelatih Timnas Korea Selatan untuk mengarungi ajang empat tahunan itu yang berlangsung di Rusia.

Akan tetapi, skuad asuhan STY kala itu gagal mencapai target besar federasi, yakni lolos ke babak 16 besar, meskipun berhasil mengalahkan Jerman di babak penyisihan grup.

Sementara itu, Kim Pan-gon kala itu merupakan Ketua Komite Seleksi Pelatih Tim Nasional Korea Selatan di bawah Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).

Ketika kepulangan STY dan Timnas Korea Selatan dari Piala Dunia 2018 disambut dengan negatif oleh publik Korea, Kim Pan-gon memegang peranan kunci dalam masa depan STY kala itu.

Komite tempat Kim Pan-gon bekerja di FKA adalah komite yang bertanggung jawab membuat keputusan tentang pergantian kursi pelatih.

Meskipun berhasil membuat nama Korea Selatan jadi sensasi dengan mengalahkan Jerman di laga terakhir fase grup, komite yang diketuai Kim Pan-gon memutuskan untuk mengganti STY dari kursi kepelatihan. Keputusan itu pada akhirnya membuat STY kemudian dikontrak timnas Indonesia pada 2020.

"Jika Pelatih Shin menunjukkan kinerja dan hasil yang baik (di Piala Dunia), ia harus menerima evaluasi yang sepadan," kata Kim sebelum pemecatan STY, seperti dilansir dari Nate, pada Juni 2018.

Tak berhenti sampai di situ, nama Kim Pan-gon kembali jadi buah bibir pada 2022 dan dikaitkan dengan Shin Tae-yong. Kala itu, secara kebetulan, Kim Pan-gon didapuk menjadi pelatih timnas Malaysia, rival Indonesia sejak lama.

Namun, meskipun keduanya adalah pelatih, pertalian jalan karier keduanya selalu bertemu di luar lapangan hijau. Seturut TransferMarkt, keduanya belum pernah sekalipun berhadapan sebagai pelatih di lapangan hijau.

Hal tersebut dikarenakan Kim Pan-gon baru menjadi pelatih kepala ketika berada di kepelatihan timnas Hong Kong pada 2013. Sebelumnya, karier kepelatihan Kim Pan-gon di Korea Selatan lebih banyak dihabiskan menjadi asisten kepala.

Ulsan HD, klub yang baru saja memecatnya, adalah pengalaman pertama Kim ditunjuk menukangi klub K-League sebagai pelatih kepala sejak awal.

Kini, lagi-lagi, jalan karier mereka kembali bertemu di luar lapangan hijau, namun dengan situasi yang agak berbeda. Kim Pan-gon kini digantikan oleh STY dari kursi kepelatihan klub Uslan HD.

Di Ulsan HD, Kim Pan-gon sebenarnya punya catatan gemilang ketika menghantarkan klub itu menjuarai K-League 1 musim 2024. Gelar yang berhasil direngkuh anak asuh Kim Pen-gon itu terasa spesial lantaran menjadi gelar ketiga secara beruntun.

Akan tetapi, pada musim 2025 ini, pelatih kelahiran Gyeongnam pada tahun 1969 ini menunjukkan penurunan performa sehingga dipecat oleh pihak klub.

Baca juga artikel terkait SEPAKBOLA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Sepakbola
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan