tirto.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan transaksi short selling mulai Oktober 2026. Pada tahap awal, transaksi tersebut akan dibatasi untuk lima saham yang dinilai memiliki likuiditas tinggi.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi, mengatakan penerapan short selling akan dilakukan secara terbatas lantaran skema tersebut masih tergolong baru. Di satu sisi, BEI disebut juga terlebih dulu ingin melihat respons pasar serta investor atas penerapan skema tersebut.
"Ini akan kami implement [pada] Oktober ya. Setelah 15 September, berarti short selling akan dibuka. Namun, karena ini baru dan kami juga ingin melihat bagaimana dampaknya terhadap market. Kemudian, investor juga menyesuaikan diri dulu," kata Iding di Kantor BEI, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).
Ia mengatakan pembatasan pada tahap awal tidak hanya dilakukan terhadap saham yang dapat ditransaksikan, melainkan juga terhadap anggota bursa dan investor yang dapat melakukan short selling.
Iding mengatakan sejumlah pembatasan tersebut merupakan hal yang umum diterapkan di sejumlah negara. Mekanisme itu disebut tetap dibutuhkan sebagai salah satu instrumen strategi perdagangan.
"Kami akan mengimplementasikan secara terbatas. Jadi, sahamnya terbatas. Kemudian, kriteria AB [anggota bursa] juga ada kriterianya, bahkan investornya juga ada kriterianya. Itu salah satu instrumen untuk strategi trading. Misalnya, untuk hedging ya, terutama untuk hedging. To some extent juga spekulatif untuk investor tertentu," urainya.
Iding berkata saham yang dipilih pada tahap awal berasal dari kelompok saham dengan likuiditas tinggi. BEI sementara ini disebut masih mengevaluasi saham yang akan masuk dalam daftar tersebut.
Menurut dia, likuiditas menjadi salah satu pertimbangan karena BEI ingin mencegah saham yang mudah digerakkan oleh pihak tertentu digunakan dalam transaksi short selling.
"Nah, kenapa lima saham dari LQ45 [yang masuk short selling], ya karena yang paling liquid. Meskipun lima saham itu sebenarnya masih kami analisis ya. Saham apa saja, masih dalam proses," ujarnya.
"Jangan sampai kemudian ada saham-saham yang gampang, istilahnya, dimanipulasi transaksinya, harganya. Jadi, harus cukup liquid sehingga memang itu efektif untuk strategi perdagangan," lanjut Iding.
Ia menambahkan, daftar saham ditargetkan keluar satu pekan sebelum implementasi short selling pada Oktober 2026. "List short selling-nya di minggu sebelumnya itu kami harap ini bisa keluar," ucapnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id







































