Menuju konten utama

BEI Resmi Buka Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen

Langkah ini bagian dari empat proposal yang diajukan bursa kepada global index provider MSCI dan FTSE guna meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia.

BEI Resmi Buka Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen
Pegawai berjalan di depan logo Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/10/2024). Kapitalisasi pasar modal Indonesia telah mencatatkan rekor tertinggi baru per 19 September 2024 yaitu di angka Rp13.475 triliun sedangkan target pada tahun 2027 mencapai Rp15.000 triliun atau 70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka akses publik terhadap data pemegang saham di atas 1 persen mulai sore ini, Selasa (3/3/2026).

Kebijakan ini, bagian dari empat proposal yang diajukan bursa kepada global index provider MSCI dan FTSE untuk meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan data tersebut dapat diakses oleh publik melalui situs resmi IDX setelah perdagangan saham berakhir pukul 16.00 WIB.

"Untuk itu, pada hari ini dapat kami update bahwa per sore ini, pada saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1 persen itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX. Data tersebut disediakan oleh KSEI dan dipublikasikan melalui website IDX," kata Jeffrey dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Dia menjelaskan kebijakan ini merupakan salah satu dari empat proposal yang diajukan BEI kepada lembaga pemeringkat global. Selain keterbukaan data pemegang saham di atas 1 persen, BEI juga mengusulkan data tipe investor yang lebih granular, perubahan ketentuan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, serta shareholders concentration list.

“Kemudian untuk ketentuan free float 7,5 persen menjadi 15 persen dapat kami sampaikan bahwa progres rancangan peraturan tersebut telah selesai dilakukan di internal bursa setelah sebelumnya sudah melewati periode public hearing sampai dengan 19 Februari yang lalu,” ucapnya.

Sementara untuk shareholders concentration list, BEI saat ini terus berkoordinasi secara intens dengan OJK terkait metodologi dan SOP. Jeffrey menargetkan hal ini dapat diselesaikan pada minggu pertama atau kedua Maret ini.

"Yang terakhir terkait dengan shareholders concentration list, saat ini kami terus berkoordinasi secara intens dengan OJK terkait dengan metodologi dan SOP yang kami harapkan juga ini masih sesuai dengan timeline untuk dapat kami sampaikan pada minggu pertama atau minggu kedua bulan Maret ini," tutur Jeffrey.

Baca juga artikel terkait BURSA EFEK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama