tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum setelah PT Pertamina menaikkan harga bahan bahar minyak (BBM) non-subsidi per Sabtu (17/4/2026).
Di satu sisi, ia menyatakan, Pemprov DKI bakal menyiapkan terobosan agar masyarakat pengguna BBM non-subsidi di Ibu Kota berkurang. Namun, Pramono belum mengungkapkan secara pasti bentuk terobosan tersebut.
"Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan terobosan agar orang yang menggunakan BBM non-subsidi ini makin berkurang dengan cara mereka untuk mau naik transportasi umum," tutur Pramono di Jakarta, Minggu (19/4/2026).
Politikus PDIP itu mengakui, Pemprov DKI secara langsung tidak dapat berbuat banyak terhadap kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Pasalnya, kenaikan harga BBM non-subsidi merupakan kebijakan Pemerintah Pusat.
Dengan demikian, Pemprov DKI disebut akan mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat soal penyesuaian harga BBM non-subsidi.
"Untuk BBM adalah kewenangan Pemerintah Pusat sehingga berapapun yang dilakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi, tentunya Pemerintah DKI Jakarta mengikuti itu," ucap Pramono.
Sebagai informasi, kenaikan harga BBM non-subsidi telah berlangsung sejak Sabtu kemarin. Dengan adanya penyesuaian harga tersebut, harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi sementara ini tetap atau tidak mengalami kenaikan.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id


































