tirto.id - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i, memastikan adanya kayu gelondongan yang terseret banjir di Sumatra tak akan menghambat Tim SAR dalam melakukan pencarian korban hilang. Alat berat pun, katanya, dapat tetap bisa beroperasi dalam mendukung proses.
Total korban terdampak bencana banjir di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh, per Senin (1/12/2025) mencapai 33.620 orang. Dari total tersebut, sebanyak 447 orang meninggal dunia dan 399 orang masih dinyatakan hilang.
Syafi’i mengatakan yang menjadi fokus utama Tim SAR adalah mencari posisi korban yang kemungkinan terseret arus yang bercampur lumpur.
“Jadi kalau hubungannya dengan kita melaksanakan operasi SAR, saya rasa tidak ada hubungannya itu [gelondongan kayu]. Tapi kalau kita melihat bahwa mungkin longsoran, korban-korban inilah –yang sebenarnya dengan adanya aliran yang mungkin bercampur dengan material-material itu, memungkinkan bahwa korban akan terseret, yang sebenarnya tidak mengalir di satu aliran,” katanya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Lebih lanjut, dia menilai, yang menjadi tantangan besar di lapangan adalah kondisi lumpur yang menebal dan mulai mengering. Hal tersebut mengakibatkan proses evakuasi jadi lebih sulit dilakukan.
“Jadi pada saat korban itu sudah tertimbun lumpur, di situ yang memang membutuhkan penanganan khusus. Karena itu kita juga mengerahkan dari kantor SAR terdekat bersama dengan potensi SAR yang ada di wilayah, kita sudah mulai menggunakan K-9 (anjing pelacak) untuk membantu tugas pencarian,” kata dia.
Terkait batas waktu pencarian, dia menyebut operasi SAR biasanya berlangsung selama tujuh hari pada kondisi normal. Namun, durasi itu bukanlah batas berakhirnya operasi, nantinya mereka akan menimbang ulang terlebih dahulu sebelum melanjutkan operasi.
“Tapi tujuh hari ini akan dievaluasi, dan pada saat situasi masih memungkinkan untuk dilaksanakan operasi lanjutan dalam rangka entah itu menyelamatkan atau mungkin kita mencari korban-korban yang masih belum ketemu, tentunya ini akan kita lakukan,” tambah Syafi’i .
Operasi, lanjutnya, baru akan dihentikan ketika diyakini bahwa korban sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditemukan.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id

































