tirto.id - PT Bank Maybank Indonesia Tbk menggelar program Road to Maybank Marathon 2026 (RTMM) sebagai bagian dari persiapan menuju ajang lari internasional di Bali, Agustus mendatang. Program ini dirancang untuk membantu pelari mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum mengikuti lomba.
Project Director Maybank Marathon Bambang Irawan mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari tidak selalu diiringi kesiapan yang memadai. Karena itu, RTMM dihadirkan sebagai pelatihan terstruktur dengan pendekatan yang tepat.
“Tidak semua yang ikut marathon itu siap berlari. Oleh karena itu kami menghadirkan Road to Maybank Marathon sebagai pelatihan terstruktur,” ujar Bambang dalam kegiatan Media Briefing Road to Maybank Marathon 2026 di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, Maybank Marathon tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat. Pengalaman berlari, menurut dia, menjadi bagian penting yang ingin dibangun, bukan sekadar mencapai garis finis.
Maybank Marathon telah mengantongi predikat Elite Label Road Race dari World Athletics. Penyelenggaraan di Bali dinilai memberi nilai tambah melalui daya tarik wisata sekaligus dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
“Bali memberikan nilai lebih, baik dari sisi alam, budaya, maupun kontribusi terhadap ekonomi lokal, termasuk UMKM,” kata Bambang.
Dari sisi penyelenggaraan, panitia menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Sejumlah fasilitas seperti titik hidrasi, tenaga medis, hingga pengamanan di sepanjang rute disiapkan secara menyeluruh.
Program RTMM akan berlangsung selama 12 hingga 16 minggu di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Denpasar. Program ini melibatkan komunitas lari serta pelatih profesional untuk memastikan peserta berlatih secara terukur.
Pelatih lari Aditya Madya Pamungkas menilai kesalahan umum pelari adalah berlatih dengan intensitas yang tidak sesuai kemampuan. Hal ini berpotensi menyebabkan kelelahan berlebih hingga cedera.
“Sering kali pelari berlatih terlalu cepat, padahal seharusnya mengikuti zona latihan. Akibatnya fatigue tidak terkelola dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengukuran performa seperti uji lari 5 kilometer dapat menjadi acuan untuk menentukan intensitas latihan agar peningkatan performa lebih optimal dan aman.
Sementara itu, pelatih sport science Matias Ibo menekankan pentingnya strategi energi selama lomba. Ia menyebut banyak pelari kehilangan tenaga di akhir karena distribusi energi yang tidak tepat sejak awal.
“Sering kali energi itu sudah dihabiskan di awal lari. Jadi ketika memasuki fase akhir, pelari tidak bisa menambah kecepatan karena energinya sudah habis,” kata Matias.
Menurut dia, strategi seperti negative split, memulai dengan tempo lebih lambat lalu meningkat di akhir, menjadi kunci untuk menjaga performa hingga finis. Selain itu, pengaturan konsumsi energi, hidrasi, dan waktu asupan nutrisi perlu direncanakan sejak masa latihan.
“Race itu sebenarnya perayaan dari latihan. Jadi semua strategi, mulai dari kapan minum, konsumsi energi, sampai pengaturan pace, harus sudah disiapkan sebelumnya,” ujarnya.
Maybank Marathon 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali. Ajang ini diharapkan kembali menjadi magnet bagi pelari nasional maupun internasional.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id
































