Menuju konten utama

Banjir Rendam Sawah dan Ratusan Rumah di Karawang

Sebanyak 1.224 jiwa atau 413 kepala keluarga terdampak. Ketinggian air bervariasi, mulai 20 sentimeter hingga 1 meter.

Banjir Rendam Sawah dan Ratusan Rumah di Karawang
Warga melintasi banjir di Kalan ligar, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Jumat (7/3/2025). (Antara/Bayu Pratama S)

tirto.id - Banjir melanda ratusan rumah di sejumlah daerah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyusul tingginya curah hujan di daerah tersebut. Banjir juga menggenangi areal sawah milik warga.

"Di sekitar Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, banjir merendam areal pemukiman penduduk, areal sawah, dan jalan raya," kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Kaming, di Karawang, Sabtu (6/12/2025).

Berdasarkan data BPBD Karawang, banjir yang terjadi sejak beberapa hari terakhir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat itu merendam 316 rumah yang dihuni 1.224 jiwa atau 413 kepala keluarga, sedangkan ketinggian air bervariasi, mulai 20 sentimeter hingga 1 meter.

Kaming bilang, banjir di Desa Karangligar terjadi akibat tingginya curah hujan yang memicu meluapnya dua sungai besar, yakni Sungai Citarum dan Cibeet.

Petugas gabungan BPBD, Tagana, TNI, dan Polri terus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir. Warga diungsikan ke tempat yang lebih aman.

"Tinggi permukaan air Sungai Cibeet dan Citarum cenderung meningkat. Jadi warga terdampak banjir diungsikan ke tempat yang lebih aman," katanya.

Lokasi pengungsian di antaranya di halaman Kantor Desa Karangligar. Petugas BPBD Karawang membuat tenda pengungsian di daerah tersebut.

"Upaya penanganan darurat masih dilakukan petugas di lapangan sambil memantau perkembangan kondisi air," katanya.

Rob juga melanda sejumlah daerah di pesisir utara Karawang. Rob diakibatkan oleh naiknya permukaan air laut di wilayah pesisir utara Karawang sehingga menggenangi permukiman warga selama beberapa hari terakhir.

Baca juga artikel terkait BANJIR KARAWANG

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah