Menuju konten utama

Bakom Ungkap Verifikasi Penerima Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Qodari menjelaskan bahwa progres program BSPS saat ini berada di angka 13,51 persen dan target verifikasi 300 ribu unit akan rampung pada Juni 2026.

Bakom Ungkap Verifikasi Penerima Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). Konferensi pers tersebut memaparkan progres Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) serta penguatan posisi Indonesia dan perlindungan generasi muda di era digital. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, memastikan proses verifikasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah terus berjalan. Saat ini, pemerintah tengah menjaring sekitar 300.000 unit penerima hingga awal Juni 2026.

"Saat ini, percepatan difokuskan pada proses verifikasi calon penerima bantuan. Dari target awal sekitar 400.000 unit, proses verifikasi telah mencapai sekitar 300.000 unit dan ditargetkan selesai seluruhnya pada Juni 2026," ucap Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Qodari menjelaskan bahwa progres program BSPS saat ini berada di angka 13,51 persen.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan seluruh pelaksanaan fisik perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) tersebut rampung pada Oktober atau selambat-lambatnya November 2026.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,3 triliun dari APBN untuk mendukung program ini.

Sementara itu, nilai bantuan reguler ditetapkan sebesar Rp20 juta per unit dengan rincian Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.

"Khusus wilayah Papua dan Maluku Utara, bantuan diberikan sebesar Rp25 juta per unit sementara untuk wilayah pegunungan, pulau kecil, serta daerah terluar di wilayah tersebut, nilai bantuan mencapai Rp40 juta per unit," tambahnya.

Sejauh ini, Jawa Barat menjadi daerah dengan alokasi dan progres tertinggi, diikuti oleh Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Penetapan penerima bantuan didasarkan pada indikator jumlah RTLH, tingkat kemiskinan, serta variabel kedalaman kemiskinan di daerah tersebut.

Di sisi lain, realisasi Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah secara nasional juga menunjukkan tren positif dengan capaian 324.213 unit hingga 13 Juni 2026.

Capaian ini terbagi dalam empat jalur pelaksanaan, yakni pengembang (181.291 unit), swadaya (83.210 unit), negara (55.655 unit), dan gotong royong (4.057 unit).

"Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman atau PKP hingga 13 Juni 2026 atau pekan kedua bulan ini, realisasi program 3 Juta Rumah secara nasional telah mencapai 324.213 unit pada tahun 2026," papar Qodari.

Program ini merupakan komitmen Presiden Prabowo Subianto melalui Astacita untuk menyediakan hunian layak sekaligus mengatasi backlog perumahan nasional yang mencapai 9,9 juta keluarga.

Qodari menegaskan, selain untuk kesejahteraan rakyat, program ini dirancang sebagai pengungkit ekonomi.

"Program ini juga diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yakni menggerakkan sektor konstruksi, bahan pembangunan, tenaga kerja, dan investasi swasta," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher