Menuju konten utama

Bahlil Ungkap Silaturahmi ke Muhammadiyah Bahas Lokasi Tambang

Lokasi dan izin pengelolaan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) untuk Muhammadiyah masih dalam proses.

Bahlil Ungkap Silaturahmi ke Muhammadiyah Bahas Lokasi Tambang
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat menjadi pembicara pada Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta, Jumat (10/10/2025). tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah menjalin pertemuan dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil mengaku membahas terkait dengan lokasi tambang yang akan diberikan kepada organisasi keagamaan tersebut.

“Iya dikit (bahas tambang), tapi bukan itu,” katanya saat ditemui di JCC, Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Meski begitu, ia mengonfirmasi bahwa lokasi dan izin pengelolaan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) untuk Muhammadiyah masih dalam proses.

Muhammadiyah, sampai dengan saat ini belum mendapatkan wilayah konsesi tambang seperti yang sudah didapat oleh organisasi Islam lainnya, Nahdlatul Ulama (NU).

NU telah diberikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) bekas milik Bakrie Group atau PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk Nahdlatul Ulama (NU) seluas 26 ribu hektare.

“Kalau NU kan sudah (dapat WIUPK), Muhammadiyah dalam proses,” ujarnya.

Namun, Bahlil menekankan bahwa pertemuan dirinya dengan PP Muhammadiyah lebih banyak untuk silaturahmi sebagai Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid.

“Saya kan sebagai pemuda Islam kan boleh dong silaturahmi sama NU, sama Muhammadiyah, sama yang lain-lain juga lah,” ucapnya.

Adapun, proses pemberian izin ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 25/2024, yang memungkinkan ormas keagamaan mengelola bekas lahan PKP2B generasi pertama.

Enam lokasi yang dipersiapkan pemerintah termasuk lahan eks PT Adaro Energy Tbk, yang semula dikabarkan akan dikelola Muhammadiyah.

“Kita ingin kasih yang bagus, kan punya NU bagus, Muhammadiyah juga harus yang bagus. Supaya niat baik kita itu sejalan dengan apa yang kita eksekusi," kata Bahlil, Juli lalu.

Baca juga artikel terkait BAHLIL atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana