Bagaimana Cara Memandikan Bayi Prematur yang Aman Menurut Dokter?

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari - 3 Agu 2022 08:28 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Bayi prematur yang baru lahir biasanya tidak dimandikan segera, tetapi dapat ditunda hingga beberapa hari kemudian saat keadaan umumnya telah stabil.
tirto.id - Perempuan hamil tentu sangat berharap memiliki bayi yang lahir dengan sehat, cukup bulan dan tak kurang apapun. Namun, terkadang ada kondisi tertentu yang menyebabkan bayi lahir secara prematur atau bayi yang lahir dengan berat badan kurang.

Bayi prematur atau neonatus kurang bulan (NKB) adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, sedangkan bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat kurang dari 2.500 gram.

Dilansir dari laman IDAI, BBLR dapat prematur atau cukup bulan. Meski begitu, bayi prematur maupun BBLR mempunyai risiko untuk mengalami hipotermia atau suhu tubuh di bawah 36,50 C (pada pemeriksaan suhu di ketiak). Hipotermia pada bayi ini tentu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kesakitan hingga kematian.

Salah satu yang bisa menyebabkan hipotermia pada bayi prematur atau berat lahir rendah adalah evaporasi atau tubuh bayi yang lembab karena diliputi air seperti habis mandi. Lantas bagaimana cara memandikan bayi prematur? Apakah bayi prematur boleh dimandikan dua kali sehari?

Dr. Rosalina Dewi Roeslani, Sp.A(K) menjelaskan bahwa bayi prematur yang baru lahir biasanya tidak dimandikan segera, tetapi dapat ditunda hingga beberapa hari kemudian saat keadaan umumnya telah stabil.

"Selama tali pusat belum lepas, sebaiknya bayi diseka dan tidak dicelupkan ke dalam bak mandi. Memandikan bayi selain proses membersihkan tubuh bayi adalah tindakan yang dapat meningkatkan ikatan antara bayi dan orang tuanya, sehingga haruslah aman dan menenangkan kedua pihak dalam suasana tenang dan terkendali," ujarnya.

Cara aman memandikan bayi prematur


Berikut ini adalah langkah-langkah memandikan bayi prematur:

1. Siapkan perlengkapan mandi di dekat bak mandi dan ajak ayah atau anggota keluarga lain untuk menolong.

2. Jaga suhu ruangan tidak terlalu dingin maupun hangat (suhu ruangan 24-27 derajat C), tutup jendela dan sebaiknya tidak ramai/berisik dan ajak bicara bayi dengan suara lemah lembut mengenai langkah-langkah yang akan dilalui seperti membuka baju, menyelupkan badan dan lain-lain.

3. Siapkan air hangat, periksa dengan siku ibu sebaiknya air tidak terasa panas ataupun dingin. Beberapa kepustakaan menganjurkan temperatur air mandi menyerupai suhu tubuh bayi (98,60 F) yaitu berkisar antara 99-1.000 F (37,2-37,70C), bila menggunakan termometer untuk air.

4. Buka baju bayi secara perlahan dengan memantau keadaan bayi, bila bayi merasa tidak nyaman mereka akan menguap, mengangkat tangan disertai membuka jari-jarinya, dan menangis. Jika bayi terlihat tak nyaman bahkan menangis, sebaiknya kita menghentikan tindakan tersebut dan menunggu hingga bayi kembali ke posisi semula. Setelah semua baju terlepas hangatkan bayi dengan menyelimutinya/membedong secara longgar.

5. Celupkan atau ceburkan bayi secara perlahan ke dalam bak mandi dengan memegang kepala-bahu dan ke dua kaki bersama selimut atau bedongnya. Jaga kepala berada di atas air dengan memegang dasar kepala dan bahu sedangkan badan serta kaki terendam di air. Gunakan tempat duduk khusus untuk bak mandi ataupun alas anti licin. Perhatikan apakah bayi menunjukkan tanda tidak nyaman seperti di atas.

6. Buka dan angkat selimut atau bedong dari dalam air. Bersihkan wajah tanpa sabun, bersihkan masing-masing mata dengan kapas yang berbeda dan telah dicelup di air bersih dengan gerakan arah dalam ke luar.

7. Sabuni bayi dari bagian atas tubuh ke arah bawah, perhatikan daerah lipatan seperti leher, siku, lutut, dan lain-lain.

8. Bilas dengan air bersih, angkat bayi dalam perlekatan kulit dan segera keringkan menggunakan handuk yang telah dihangatkan, kembali perhatikan daerah lipatan. Jangan lupa mengeringkan telinga dengan menggunakan handuk yang sama atau handuk kering lainnya.

9. Bila bayi teraba dingin dapat dihangatkan dengan meletakannya di dada ibu dan dilakukan perlekatan antara kulit ibu dan bayi dengan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Bayi diselimuti dan menggunakan topi.

10. Bayi dipakaikan baju kembali dan sebaiknya tidak menggunakan lotion, minyak, ataupun bedak.

11. Mandikan bayi prematur anda tiap 2-4 hari sekali, dapat lebih sering bila bayi kerap gumoh, muntah atau terkena kotorannya. Kulit bayi prematur mudah kering bila dimandikan terlalu sering. Seka wajah bayi dan lipatan leher setiap hari.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight