Menuju konten utama

Asuransi Astra Perkuat Digitalisasi Layanan dan Pemanfaatan AI

Asuransi Astra memperkuat digitalisasi melalui myGarda dan AI untuk mempercepat layanan, meningkatkan efisiensi klaim, serta menjaga pengalaman nasabah.

Asuransi Astra Perkuat Digitalisasi Layanan dan Pemanfaatan AI
Asuransi Astra merayakan hari ulang tahun ke-70 dengan tema "Menjaga Kepercayaan, Memberikan Ketenangan" serta meluncurkan transformasi layanan digital baru. (FOTO/Dok. Astra)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) terus memperkuat transformasi digital agar kualitas layanan dan efisiensi proses bisnis terus meningkat.

Salah satu terobosan baru adalah pengembangan aplikasi myGarda yang mengintegrasikan berbagai layanan asuransi dalam satu platform.

Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus, mengatakan transformasi digital menjadi salah satu upaya perusahaan untuk tetap relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan.

Inovasi digital Asuransi Astra telah dimulai sejak 2015 lalu melalui peluncuran Otocare, dan disusul dengan Medcare pada 2016. Seiring perubahan perilaku masyarakat, perusahaan kini mengintegrasikan layanan dari berbagai produk ke dalam satu aplikasi, yakni myGarda.

"Dulu masyarakat cenderung menggunakan satu aplikasi untuk satu kegunaan yang spesifik. Kini di tahun 2026, teknologi semakin berkembang dan masyarakat jauh lebih terbiasa dengan hidup yang serba praktis dan serba cepat," kata Maximiliaan dalam Media Conference "Transformation Beyond The Screen" di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Melalui aplikasi myGarda, lebih dari 20 layanan dari berbagai produk Asuransi Astra dapat diakses. Layanan tersebut mencakup permintaan bantuan darurat, pengajuan klaim, proses survei hingga layanan kesehatan rawat jalan.

Integrasi ini juga terhubung dengan GardaOto.com. Calon pelanggan yang ingin membeli perlindungan kendaraan via situs tersebut kini dapat mengisi data dengan lebih simpel.

Sebelumnya, pelanggan perlu memasukkan setidaknya 16 data secara manual. Dengan teknologi digital, proses tersebut dapat dipangkas menjadi dua dokumen utama, yakni KTP dan STNK.

Data dari kedua dokumen itu kemudian dapat diekstraksi secara otomatis. Teknologi Optical Character Recognition (OCR) digunakan untuk membaca informasi di dalam dokumen dan memasukkannya ke basis data perusahaan.

Dari KTP, sistem dapat mengambil sejumlah informasi pelanggan. Adapun dari STNK, yang diambil berupa data kendaraan seperti nomor polisi, nomor rangka, dan nomor mesin.

Selain itu, inspeksi kendaraan untuk proses penutupan polis bisa dilakukan via fitur virtual survey. Informasi terkait proses pembelian polis juga dikirimkan ke nomor WhatsApp yang telah didaftarkan pelanggan.

Setelah pembelian polis GardaOto.com selesai, pelanggan mendapatkan akses ke myGarda karena akun secara otomatis dibuat dan dapat digunakan.

Pengguna Digital Capai Ratusan Ribu

Digitalisasi tersebut telah menghasilkan basis pengguna besar. Per awal September 2026, aplikasi yang sebelumnya dikenal sebagai Otocare telah mencatat sekitar 805.000 unduhan. Sementara itu, Medcare telah diunduh sekitar 447.000 kali.

Dari jumlah tersebut, pengguna yang melakukan registrasi di aplikasi myGarda mencapai sekitar 503.000 untuk layanan Garda Oto dan 282.000 untuk Medcare.

Pengguna aktif bulanan Garda Oto tercatat sekitar 17.000 pengguna, sedangkan Medcare mencapai sekitar 120.000 pengguna.

Dari sisi usia, pengguna layanan digital Asuransi Astra didominasi kelompok usia produktif 35–55 tahun yang porsinya hampir 50 persen.

Integrasi myGarda memungkinkan pelanggan yang memiliki lebih dari satu produk Asuransi Astra mengakses layanan tersebut melalui satu aplikasi.

Misalnya, pelanggan Garda Oto yang juga memperoleh perlindungan kesehatan melalui Garda Medika dapat menggunakan satu aplikasi untuk mengakses berbagai layanan.

Nilai transaksi melalui kanal digital juga menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, nilai transaksi melalui kanal tersebut tercatat sekitar Rp4,7 miliar. Angka itu meningkat menjadi Rp5,6 miliar pada 2025. Hingga awal September 2026, nilainya telah mencapai sekitar Rp5 miliar.

Perusahaan memperkirakan nilai transaksi sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar Rp6,5 miliar hingga Rp7 miliar.

Manfaatkan AI untuk Deteksi Fraud

Transformasi digital Asuransi Astra tidak berhenti pada integrasi aplikasi. Perusahaan juga mulai mengembangkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), terutama untuk mengotomatisasi proses klaim dan mendeteksi potensi kecurangan atau fraud.

Mulia Karma Bhakti Siregar, Technical and Operations Director Asuransi Astra, mengatakan teknologi OCR yang telah digunakan dalam proses pembelian polis juga menjadi salah satu fondasi pengembangan AI perusahaan.

Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan perusahaan mengambil data secara otomatis dari dokumen pelanggan sehingga proses yang sebelumnya membutuhkan 16 tahapan dapat dipangkas menjadi dua tahap.

Pengembangan AI juga diarahkan ke layanan kesehatan. Dalam proses klaim Garda Medika, pelanggan dapat mengunggah dokumen melalui aplikasi myGarda.

Data tersebut nantinya dapat dianalisis untuk melihat diagnosis, tindakan medis, obat yang diberikan hingga tagihan yang diajukan.

"Kita juga sedang kembangkan AI-nya untuk mendeteksi adanya fraud. Apakah jumlah yang sama, tanggal yang sama sudah pernah diklaimkan pada masa yang lalu. Jadi tanpa harus mata manusia melihatnya," kata Mulia.

Asuransi Astra menargetkan sebagian besar proses klaim nantinya dapat dilakukan tanpa intervensi manusia secara langsung.

"Harapan kita adalah bahwa dengan menggunakan AI ini, menggunakan OCR ini, sebagian besar dari proses kita akan straight through process. Kita harapkan 70–80 persen itu akan diproses tanpa human intervention," ujarnya.

Untuk sebagian klaim yang sedang dikembangkan, akurasi sistem disebut telah mendekati 80 persen. Perusahaan berharap pengembangan tersebut terus meningkat dan dapat menjadi salah satu inovasi yang diluncurkan pada tahun berikutnya.

Dorong Literasi dan Inklusi Asuransi

Marketing, Retail and Digital Business Director Asuransi Astra Deddy Armand mengatakan digitalisasi diharapkan tidak hanya mempermudah pelanggan, tetapi juga meningkatkan literasi dan inklusi asuransi.

Aplikasi myGarda dan GardaOto.com dapat diakses bukan hanya oleh pelanggan. Informasi tentang produk dan layanan di dalamnya diharapkan membantu masyarakat memahami asuransi sebelum membeli produk perlindungan.

"Sehingga diharapkan informasi-informasi di dalam aplikasi dan website tersebut bisa menambah pengetahuan masyarakat luas tentang asuransi," kata Deddy.

Meski demikian, Deddy menilai digitalisasi tidak dapat menjadi satu-satunya cara untuk meningkatkan literasi asuransi.

Masih terdapat kelompok masyarakat, terutama di sejumlah daerah dan kelompok usia tertentu, yang belum terjangkau teknologi digital. Karena itu, Asuransi Astra tetap menjalankan edukasi secara daring maupun tatap muka bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran finansial sekaligus kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan asuransi.

AAXC Beri Akses Layanan Gratis

Dalam rangka memperingati 70 tahun Asuransi Astra, perusahaan juga menghadirkan Asuransi Astra Experience Card (AAXC). Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan sejumlah layanan Asuransi Astra tanpa harus terlebih dahulu menjadi pemegang polis.

Berdasarkan informasi resmi Asuransi Astra, pemegang AAXC bisa mendapatkan satu kali layanan Garda Siaga Emergency Roadside Assistance dan satu kali layanan Health E-Consultation melalui myGarda. Program ini berlaku hingga 31 Oktober 2026.

Selain AAXC, rangkaian perayaan tujuh dekade Asuransi Astra juga mencakup program apresiasi bagi pelanggan. Salah satunya program GASPOL bagi pelanggan Garda Oto yang mengaktifkan polis melalui myGarda, dengan hadiah utama Toyota Veloz Hybrid. Pengundian dijadwalkan pada 12 September 2026.

Asuransi Astra juga menggelar Apresiasi Pewarta Asuransi Astra 2026 dengan total hadiah lebih dari Rp70 juta, serta program literasi dan inklusi keuangan ACTION dengan hadiah Rp70 juta.

Rangkaian inovasi tersebut menunjukkan strategi Asuransi Astra tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan teknologi untuk memudahkan layanan, tetapi juga pengembangan proses bisnis, pengendalian risiko, peningkatan efisiensi klaim, hingga perluasan literasi dan inklusi asuransi di masyarakat.

Baca juga artikel terkait ASURANSI atau tulisan lainnya dari Merlina Aryanti

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Addi M Idhom