tirto.id - Telegram dilaporkan mengalami gangguan layanan pada Selasa (8/9/2026), setelah sejumlah pengguna mengeluhkan masalah saat mengakses aplikasi dan mengirim pesan.
Gangguan Telegram tersebut dilaporkan mencakup masalah pada aplikasi, layanan pengiriman pesan, hingga login. Namun, jumlah laporan kemudian menurun tajam menjelang siang.
Keluhan pengguna mulai bermunculan di situs pemantau gangguan Downdetector sekitar pukul 09.46 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun Downdetector dari laporan pengguna, pada awal gangguan tercatat lebih dari 1.000 laporan mengenai masalah pada layanan Telegram.
Banyaknya laporan dari pengguna menandakan gangguan tersebut dirasakan oleh banyak orang dalam waktu yang relatif bersamaan.
“Laporan pengguna menunjukkan adanya masalah pada Telegram sejak pukul 22.46 EDT. Bagaimana dampaknya bagi Anda? #TelegramDown,” tulis akun X @downdetector.
Namun, pada pembaruan Downdetector sekitar pukul 10.46, tercatat sebanyak 166 laporan. Turunnya laporan eror yang disampaikan pengguna memunculkan dugaan jika permasalahan sudah mulai teratasi.
“Tidak bisa login, mengirim pesan dan menelpon,” keluh akun reza marsada di website Downdetector.
“Tidak bisa kirim pesan,” tulis akun Dimas A Set.
Gangguan layanan Telegram juga banyak dilaporkan terjadi di Singapura hari ini. Keluhan muncul di situs pemantau gangguan Downdetector sekitar pukul 10.20 waktu Singapura.
Mengutip The Straits Times, Selasa (8/9/2026), gangguan awal tercatat lebih dari 1.500 laporan yang diterima dari pengguna yang mengeluhkan mengenai masalah pada layanan Telegram.
Jumlah laporan tersebut kemudian meningkat dengan cepat hingga mencapai hampir 4.000 laporan sesaat setelah pukul 10.30 waktu Singapura.
Hingga berita ini dibuat, belum ada konfirmasi resmi dari Telegram terkait laporan yang menyebut layanan mereka sempat down hari ini.
Dilansir Britannica, Telegram merupakan aplikasi perpesanan berbasis cloud yang didirikan oleh pengusaha bersaudara asal Rusia, Pavel dan Nikolai Durov, pada 2013 dan kini berkantor pusat di Dubai, Uni Emirat Arab.
Layanan ini memungkinkan pengguna bertukar pesan teks, melakukan panggilan suara dan video, berbagi berkas, bergabung dalam grup berkapasitas hingga 200.000 anggota, serta mengikuti kanal publik untuk menerima siaran informasi.
Telegram dapat digunakan melalui smartphone, komputer, maupun browser web, dengan percakapan yang tersinkronisasi di berbagai perangkat.
Salah satu fitur yang menjadi pembeda Telegram adalah Secret Chat, yang menggunakan enkripsi end-to-end sehingga isi percakapan hanya dapat diakses oleh pihak yang berkomunikasi.
Latar belakang pendirian Telegram juga berkaitan erat dengan pengalaman Pavel Durov ketika mengelola VKontakte (VK), jejaring sosial yang ia dirikan pada 2006, sebelum tekanan dari pemerintah Rusia dan persoalan terkait kebebasan berekspresi membuatnya meninggalkan perusahaan tersebut.
Telegram berkembang menjadi salah satu kompetitor terkuat WhatsApp yang sebelumnya menuai kontroversi akibat dugaan pembagian data pengguna ke perusahaan induknya, Facebook.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































