tirto.id - Demonstrasi buruh pada Kamis, 28 Agustus 2025 di depan Gedung DPR/MPR RI berpotensi berlanjut jika tuntutan tidak digubris anggota dewan. Sedangkan mahasiswa diagendakan akan menggelar demo bulan depan.
Pada Kamis, Gedung DPR/MPR RI didatangi dua massa aksi yang berbeda, yakni massa buruh pada siang dan massa beratribut almamater mahasiswa pada sore hari.
Massa buruh menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut penghapusan skema pekerja outsourcing dan peningkatan upah minimum, selain sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan buruh lainnya.
Sementara itu, massa beratribut mahasiswa, yang datang setelah massa buruh membubarkan diri, datang untuk mengungkapkan kekecewaan atas isu gaji dan tunjangan anggota DPR RI.
Jalannya unjuk rasa massa buruh pada Kamis siang berjalan kondusif. Setelah penyampaian orasi, massa berangsur membubarkan diri sekitar pukul 12.30 WIB.
Sementara itu, unjuk rasa ribuan massa beratribut mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum pada Kamis sore berlangsung ricuh.
Sempat berkumpul dan berorasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada pukul 15.00 WIB, polisi segera memulai operasi pukul mundur tak lama setelahnya.
Polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata dan water canon, serta menerjunkan pasukan berseragam lengkap. Sementara itu, massa aksi menolak dan melawan dengan lemparan batu dan tembakan kembang api.
Alhasil, bentrokan terjadi hingga Kamis malam. Hingga pukul 20.00 WIB, kericuhan masih terjadi, terutama di sekitaran area Pejompongan, Jakarta.
Berdasarkan pantauan reporter Tirto di lokasi, terjadi insiden pada sekitar pukul 19.27 WIB. Sebuah mobil rantis Brimob bergerak ke arah massa aksi demonstrasi yang berada di Jalan Penjernihan I.
Seorang saksi mata mengatakan, dengan kecepatan kencang, mobil rantis tersebut berusaha menerobos kerumunan massa dan menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol).
Video insiden ini pun viral di sosial media dan memicu kemarahan warganet di tengah kritik terhadap tindakan aparat dalam penanganan massa aksi unjuk rasa.
.
Buruh Ancam Demo Lagi, Mahasiswa Agendakan Aksi
Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal menyatakan bahwa massa buruh yang berunjuk rasa pada Kamis siang akan kembali ke jalan jika tuntutan mereka tidak digubris anggota DPR.
"Kami ada enam tuntutan dan ini aksi awal, jika diabaikan kami akan menggelar aksi lagi, bahkan bisa mogok nasional," katanya seusai unjuk rasa pada Kamis, dikutip dari Antara.
Dalam keterangannya, Said Iqbal menyatakan akan ada aksi lebih besar bahkan hingga melibatkan tiga sampai lima juta buruh yang bakal ikut mogok jika tuntutan tidak digubris.
Massa buruh sendiri membawa enam tuntutan dalam unjuk rasa pada Kamis. Pertama adalah penghapusan skema outsourcing dan peningkatan upah minimum.
Kedua, setop PHK dan segera membentuk Satgas PHK. Ketiga, reformasi pajak perburuhan. Keempat, segera sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.
Kelima, sahkan RUU perampasan aset. Dan terakhir, mendesak untuk segera melakukan redesain sistem Pemilu 2029 agar lebih demokratis.
Selain buruh, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) rencananya juga melakukan demo dalam aksi Indonesia (C)emas Jilid II pada awal September 2025. Demo ini sebelumnya sempat diagendakan pada Jumat (29/8/2025), sebelum diundur ke bulan berikutnya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id






























