Menuju konten utama

Apa Itu Ptosis dan Kenapa Dikaitkan dengan Gibran serta Pandji?

Kondisi medis ptosis menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan Wakil Presiden Gibran dan komika Pandji Pragiwaksono. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Ptosis dan Kenapa Dikaitkan dengan Gibran serta Pandji?
Ilustrasi Ptosis. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ptosis merupakan istilah medis untuk kondisi turunnya kelopak mata yang menyebabkan mata tampak sayu atau mengantuk, dan belakangan dikaitkan dengan penampilan mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menarik sorotan publik.

Isu ini mencuat setelah komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand-up comedy “Mens Rea” membuat candaan tentang penampilan fisik mata Gibran yang terlihat “mengantuk”, sehingga memicu diskusi luas di media sosial.

Candaan tersebut mendapat respons dari masyarakat luas, termasuk dokter bedah plastik Tompi yang menilai komentar soal fisik tidak tepat dalam konteks kritik publik. Ia menyebut kritik seharusnya diarahkan pada gagasan, kinerja, dan kebijakan, bukan kondisi fisik seseorang.

Apa itu Ptosis?

Melansir laman American Academy of Ophthalmology, ptosis merupakan kondisi ketika kelopak mata atas turun sehingga sebagian atau seluruh mata tertutup. Dalam kasus tertentu, kelopak mata dapat menutupi pupil dan mengganggu bahkan menghambat penglihatan secara signifikan.

Ptosis dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini dapat ditangani melalui tindakan medis untuk memperbaiki fungsi penglihatan sekaligus penampilan.

Kondisi ptosis pada orang dewasa disebut sebagai ptosis involusional atau ptosis yang didapat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penuaan atau cedera mata. Terkadang, ptosis terjadi sebagai efek samping setelah operasi mata tertentu, seperti dilansir American Academy of Ophthalmology.

Pada orang dewasa yang mengalami ptosis, dokter mata umumnya akan merekomendasikan tindakan operasi korektif untuk memperbaiki posisi kelopak mata yang turun. Prosedur ini biasanya dilakukan di luar rumah sakit (outpatient) dengan bertujuan memperkuat otot kelopak mata.

Dalam operasi ptosis pada orang dewasa, ahli bedah dapat memendekkan atau menyesuaikan otot levator yang mengangkat kelopak mata sehingga mata terbuka dan meningkatkan kualitas penglihatan. Prosedur semacam ini juga dapat memberikan efek kosmetik yang lebih seimbang pada wajah, namun perlu diskusi risiko dan manfaat dengan dokter spesialis.

Kenapa Ptosis Dikaitkan dengan Gibran dan Pandji?

Ptosis menjadi perhatian publik setelah istilah medis ini dikaitkan dengan penampilan mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kondisi tersebut merujuk pada turunnya kelopak mata atas sehingga mata tampak sayu atau mengantuk.

Hal ini berkaitan dengan pernyataan Pandji Pragiwaksono yang menyinggung penampilan mata Gibran dalam stand-up comedy “Mens Rea”. Candaan tersebut kemudian memicu perbincangan luas di media sosial.

Sejumlah pihak menilai candaan itu menyentuh aspek fisik yang bersifat personal. Penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter bedah plastik, Tompi, menjelaskan bahwa bentuk mata Gibran merupakan kondisi anatomis yang bersifat bawaan sejak lahir.

"Ptosis itu otot levator (kelopak mata) kepanjangan turun ke bawah, jadi mata dia tertutup, bukaan matanya tidak maksimal. Pada orang dewasa yang kasus seperti Pak Gibran, Pak Wapres, itu kondisi ptosisnya tidak terlalu berat," kata Tompi.

Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Gibran Rakabuming. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!

Kumpulan Artikel Gibran Rakabuming

Baca juga artikel terkait GIBRAN RAKABUMING atau tulisan lainnya dari Indyra Yasmin

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Indyra Yasmin
Editor: Iswara N Raditya