tirto.id - Ormas Gerakan Rakyat belakangan jadi pembicaraan publik usai secara resmi meluncurkan kartu tanda anggota (KTA) pada Rabu (17/12/2025). Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, jadi pemilik nomor KTA 001.
Sebagai pemilik nomor KTA 001, Anies Baswedan ditetapkan sebagai anggota kehormatan Gerakan Rakyat.
Hal tersebut kemudian membuat publik berspekulasi, menakar kemungkinan Gerakan Rakyat menjadi kendaraan politik Anies Baswedan untuk kontestasi Pemilu 2029 mendatang.
Kapan Ormas Gerakan Rakyat Diresmikan & Siapa Pendirinya?
Menukil laman resmi Gerakan Rakyat, ormas berlogo kentongan ini pertama dideklarasikan pada 27 Februari 2025 lalu. Deklarasi ini dilakukan di Gedung Jakarta Inisiatif Office, Jakarta Selatan.
Pembentukan Gerakan Rakyat juga dijelaskan terkait dengan Anies Baswedan. Para pendirinya merupakan relawan pendukung eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dalam Pilpres 2024.
Pada Pilpres 2024 lalu, Anies Baswedan jadi satu-satunya capres yang tidak berasal dari anggota partai tertentu, meskipun diusung oleh Partai NasDem, PKB, dan PKS. Dalam Pilpres itu pula, Anies kerap menggunakan pendekatan kerelawanan dalam menghimpun suara masyarakat pemilih.
Oleh karenanya, ketika akhirnya kalah dalam Pilpres 2024, sejumlah relawan Anies Baswedan memilih untuk membuat wadah khusus untuk menghimpun mereka. Dari sana lalu Gerakan Rakyat terbentuk.
"Para pimpinan relawan merasa perlu adanya wadah permanen untuk mengorganisir dan melestarikan perjuangan gagasan yang telah mereka bangun," tulis Gerakan Rakyat dalam laman resminya.
Kini, Gerakan Rakyat sendiri diketuai oleh Sahrin Hamid, eks politikus PAN yang pada Pilpres 2024 menjadi juru bicara Anies Baswedan.
Setelah pertama dideklarasikan Februari 2025 lalu, pada Desember 2025 Gerakan Rakyat makin melekatkan diri dengan sosok Anies Baswedan.
Hal itu dilakukan dengan menjadikan mantan Rektor Universitas Paramadina itu jadi anggota kehormatan dan pemilik nomor KTA 001.
Apakah Gerakan Rakyat akan Jadi Kendaraan Politik Anies Baswedan?
Sejak mula dideklarasikan sebagai ormas, Gerakan Rakyat sudah dispekulasikan untuk berubah menjadi partai dan jadi kendaraan politik Anies Baswedan.
Terlebih, ketika pertama dideklarasikan pada Februari 2025 lalu, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, secara eksplisit menautkan ormasnya dengan Anies Baswedan.
“Kita semua tahu Gerakan Rakyat lahir dari semangat perubahan. Pak Anies adalah tokoh panutan, tokoh inspirasi dan kita tahu bahwa semangat perubahan simbolnya adalah Pak Anies," kata Sahrin kala itu.
Selain itu, sebelumnya, pascakalah dalam Pilpres 2024, Anies Baswedan juga telah mengungkapkan keinginannya untuk membentuk ormas atau partai baru.
Hal itu sebelumnya disampaikan Anies dalam video yang bertajuk "Catatan Anies Pasca Pilpres dan Pendaftaran Pilkada 2024" ia unggah di akun YouTube pribadinya, @aniesbaswedan, pada 30 Agustus 2024 lalu.
"Membangun ormas atau membangun partai baru, mungkin itu jalan yang akan kami tempuh," tutur Anies kala itu setelah menjelaskan situasi kekuasaan yang menurutnya telah menyandera seluruh parpol.
Ketika awal Gerakan Rakyat didirikan, Anies semula malu-malu mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan ormas tersebut jadi parpol dan jadi kendaraan politiknya untuk 2029.
Namun, dalam acara pengukuhannya sebagai anggota kehormatan Gerakan Rakyat pada Rabu (17/12) lalu, Anies mengungkapkan peluang itu dengan lebih gamblang.
"Mudah-mudahan menjadi kesempatan untuk berkiprah lebih luas lagi di dalam platform Gerakan Rakyat," kata Anies.
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, juga kemudian menuturkan adanya peluang ormas pimpinannya berubah jadi partai. Paling cepat, hal itu bisa terjadi pada awal 2026.
"Januari tanggal 10 akan dilakukan rapat kerja nasional. Di situ akan diputuskan apa langkah selanjutnya, termasuk itu [wacana berubah jadi parpol] akan diputuskan juga," katanya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id

































