Menuju konten utama

Apa itu Nutri Grade yang akan Ada di Kemasan Makanan Tahun Ini?

Stiker label makanan dan minuman di Indonesia nantinya akan diberikan informasi nutri grade yang berguna sebagai bahan pertimbangan membeli bagi konsumen.

Apa itu Nutri Grade yang akan Ada di Kemasan Makanan Tahun Ini?
Label Nutri Grade. FOTO/istimewa

tirto.id - Informasi nutri grade akan wajib disertakan di setiap kemasan makanan pada 2026 ini. Info gizi stiker label makanan menjadi kebijakan dari upaya menekan angka diabetes dan stroke. Apa sebenarnya maksud label nutria grade tersebut?

Penyertaan label nutria grade pada kemasan makanan dan minuman ini telah diputuskan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut bahwa kebijakan ini akan berlaku sesuai mandat Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2026.

Menurut Taruna, peraturan ini akan diwajibkan ke seluruh jenis makanan dan minuman yang dijual bebas di pasar. Meskipun, akan ada masa transisi alias grace period agar industri dapat menyesuaikan diri.

"Ya tentu kan akan ada aturan. Tapi nanti kan ada grace period-nya. Tidak bisa sekonyong-konyong kita putuskan hari ini, langsung juga berlangsung," katanya pada Senin (9/2/2026).

Taruna menuturkan, nantinya BPOM akan membuat aturan teknis terkait pelabelan nutria grade. Setelahnya, industri akan membuatnya sendiri pada setiap produk konsumsi yang dijual.

"Targetnya tahun ini selesai. Secepatnya," tutur Taruna tentang kapan regulasi baru ini akan mulai diterapkan.

Mengenal Nutri Grade, Label Informasi Gizi Produk Makanan dan Minuman

Secara sederhana, nutria grade merupakan alat bantu bagi konsumen ketika memilih produk yang hendak dibeli dan dikonsumsi. Nutri grade nantinya akan mengelompokkan produk konsumsi berkemasan dengan empat golongan menurut nutrisi yang dikandungnya.

Nantinya setiap produk minuman dan makanan kemasan akan dilengkapi dengan label khusus dengan kode huruf dan warna. Setiap kode ini akan mewakili seberapa banyak kandungan gula, garam, dan lemak yang terkandung pada produk tersebut.

Keempat kode huruf dan warna itu memiliki penjelasan seperti berikut:

  • Huruf A (hijau gelap): kualitas gizi paling baik, berarti bahwa kandungan gula kurang dari 1 gram dan lemak jenuh kurang dari 0,7 gram per 100 ml penyajian.
  • Huruf B (hijau muda): kualitas gizi baik, berarti bahwa kandungan gula berkisar 1-5 gram dan lemak jenuh kurang dari 0,7-1,2 gram per 100 ml penyajian.
  • Huruf C (kuning): kualitas gizi sedang/netral, berarti bahwa boleh dikonsumsi secara terbatas karena mengandung 5-10 gram gula dan 1,2-2,8 gram lemak per 100 ml penyajian.
  • Huruf D (merah): kualitas gizi rendah, tidak disarankan dikonsumsi rutin karena mengandung lebih dari 10 gram gula dan lebih dari 2,8 gram lemak jenuh per 100 ml penyajian.
Ketika sudah berlaku, keempat kode itu akan menempel pada setiap produk makanan dan minuman dengan kemasan. Jika mengacu pada penerapan aturan serupa di negara lain, label ini wajib dibuat dengan sederhana, mudah dipahami, serta mudah terlihat dengan cepat.

Seturut penjelasan Kepala BPOM Taruna Ikrar, label nutria grade yang akan berlaku ini nantinya bakal mengikuti standar ilmiah internasional, Codex Alimentarius. Dengan demikian, label tidak bisa dibuat secara sepihak oleh pelaku industri.

Di Indonesia nantinya, maupun di seluruh negara yang telah menerapkannya, nutria grade dianggap jadi standar yang membantu konsumen teredukasi terkait pola konsumsi gula, garam, dan lemak.

Ketiga gizi tersebut telah dikategorikan sebagai nutrisi yang harus dibatasi. Hal ini dikarenakan gula, garam, dan lemak bisa memicu diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner jika dikonsumsi secara berlebihan.

"Kita tahu bahwa penyebab kematian tertinggi di negeri kita adalah stroke, jantung, kanker, dan diabetes. Nah, semua yang disebutkan itu penyebabnya tiga itu: gula, garam, dan lemak," sebut Taruna Ikrar, menjelaskan mengapa label nutri-grade perlu diwajibkan.

Baca juga artikel terkait NASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar