tirto.id - Gelang haji merupakan aksesoris sekaligus penanda identitas bahwa penggunanya adalah jemaah haji asal Indonesia. Gelang haji harus digunakan jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Adapun gelang ini dibagikan panitia penyelenggara haji Indonesia sebelum keberangkatan jemaah ke Arab Saudi. Jemaah wajib mengenakan gelang tersebut sampai kepulangan ke Tanah Air.
Pembagian dan penggunaan gelang ini bukan tanpa alasan, melainkan memiliki fungsi penting dan ciri khas yang membedakan dengan jemaah lain. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Penjelasan tentang Gelang Jemaah Haji dan Ciri-cirinya
Gelang haji adalah gelang khusus yang dikenakan jemaah haji asal Indonesia yang berisi identitas pengguna. Dikutip dari NU Online, gelang haji telah diedarkan Pemerintah Indonesia sejak musim haji 1995.
Ciri gelang haji yakni terbuat dari logam yang bisa dilepas-sambungkan untuk memudahkan pemakaian. Panjang gelang sekitar 214,47 – 216,47 mm, lebar 10-12 mm, tebal 1,2 mm, dan berat 26 gram.
Gelang ini memuat beberapa identitas diri jemaah, termasuk:
- Asal embarkasi dan tahun keberangkatan. Contoh kode yang tercantum misalnya, SUB 1446H yang artinya jemaah berasal dari embarkasi Surabaya yang berangkat pada tahun 1446 H atau 2025;
- Nomor kloter;
- Nomor paspor jemaah;
- Tulisan jemaah haji Indonesia dalam bahasa Arab yang berbunyi "Al-hajjul Indonesiyyi";
- Nama jemaah sesuai dengan yang tercantum di paspor;
- Logo bendera Indonesia.
Fungsi Gelang Haji bagi Jemaah
Fungsi utama gelang jemaah haji adalah sebagai identitas dan ciri khas jemaah Indonesia. Gelang ini membedakan jemaah Indonesia dengan jemaah haji dari negara lainnya.
Selain itu, gelang jemaah haji bisa digunakan dalam beberapa situasi seperti saat terpisah dari rombongan, tersesat, atau situasi darurat. Pasalnya, selama musim haji berlangsung sering muncul laporan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.
Nantinya, informasi yang tercantum pada gelang dapat membantu petugas haji di Arab Saudi menemukan hotel dan rombongan jemaah.
Selain gelang, jemaah haji juga mendapat identitas tambahan berupa kalung kartu identitas. Mirip seperti gelang jemaah haji, kalung identitas haji ini juga memuat informasi penting jemaah haji.
Namun, demi meningkatkan keamanan data diri, identitas jemaah haji di kalung hanya bisa dipindai menggunakan QR Code.
Harapannya, gelang dan kalung ini bisa menjadi tanda pengenal jemaah haji saat bepergian, terpisah dari rombongan, atau dalam situasi darurat lainnya.
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Nisa Hayyu Rahmia
Masuk tirto.id





































