Menuju konten utama

Anwar Ibrahim Minta Tolong Prabowo Atasi Kasus Investasi Felda

Anwar mengungkapkan telah bersurat langsung kepada Prabowo agar pemerintah Indonesia memberikan perhatian terhadap sengketa investasi tersebut.

Anwar Ibrahim Minta Tolong Prabowo Atasi Kasus Investasi Felda
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menyambut kunjungan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3/2026). FOTO/BPMI Setpres
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, meminta bantuan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, terkait investasi lembaga pengelola dana Federal Land Consolidation and Rehabilitation Authority (Felda) di PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).

Langkah ini diambil lantaran investasi tersebut kini tengah menghadapi proses hukum di Indonesia dan berpotensi merugikan Felda hingga RM2,5 miliar atau sekitar Rp10,9 triliun.

Anwar mengungkapkan bahwa dirinya telah bersurat langsung kepada Prabowo agar pemerintah Indonesia memberikan perhatian terhadap sengketa investasi tersebut.

"Investasi ini sedang dalam proses pengadilan di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta beliau melihat masalah ini," kata Anwar dalam pertemuan dengan jajaran manajemen senior dan para manajer Felda di Bangi, Malaysia, sebagaimana dilansir The Star, Sabtu (22/8/2026).

"Jika tidak ditangani, kami berpotensi kehilangan RM2,5 miliar dan hanya mendapatkan kembali RM200 juta," imbuhnya.

Anwar menyebutkan, persoalan ini merupakan contoh buruknya tata kelola investasi Felda pada masa lalu.

Pengembalian dana yang diperkirakan hanya mencapai RM200 juta memperlihatkan besarnya beban kerugian yang harus ditanggung lembaga saat ini.

"Saya ingin para manajer memahami betapa sulitnya pemulihan ini. Ini bukan masalah yang disebabkan oleh para manajer," ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran manajer Felda di daerah tidak terlibat dalam keputusan masa lalu, namun kini harus memikul dampaknya.

"Apa hubungannya seorang manajer Felda di Pahang atau Johor dengan hal ini? Namun, kitalah yang harus menanggung konsekuensinya ... itulah masalahnya," katanya.

Persoalan bermula ketika Felda melalui anak usahanya, FIC Properties Sdn Bhd, membeli saham PT Eagle High Plantations Tbk pada Desember 2016 senilai US$505,4 juta (sekitar Rp8,9 triliun dengan asumsi kurs Rp16.750 per dolar AS).

Transaksi tersebut sempat menuai kritik luas karena dinilai jauh melampaui harga pasar dan harga wajar saham perusahaan saat itu hingga berujung pada sengketa hukum berkepanjangan.

Terkait proses hukum yang sedang berjalan, Anwar menegaskan bahwa upaya penyelidikan dan penegakan hukum tidak boleh menghentikan langkah pemulihan kinerja Felda.

"Yang ingin saya tekankan adalah semua manajer Felda harus memahami sepenuhnya persoalan ini. Mereka tidak boleh berkecil hati, tetapi harus menyadari bahwa masalah-masalah ini harus diselesaikan," tegasnya.

Di tengah upaya penyelesaian kasus tersebut, Anwar memastikan pemerintah Malaysia tetap berkomitmen mempercepat realisasi proyek kesejahteraan bagi warga Felda tanpa menunggu anggaran tahun depan.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola, integritas, dan akuntabilitas guna memulihkan kepercayaan publik terhadap Felda.

Baca juga artikel terkait PM MALAYSIA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fahreza Rizky