Menuju konten utama

Cita-cita Negara Islam: Antara Ideologi & Perlawanan

Indonesia mengalami beberapa pemberontakan yang berusaha mengganti idiologi negara dari pancasila menjadi syariat islam.

Cita-cita Negara Islam: Antara Ideologi & Perlawanan
warga pelanggar memakai celana ketat terjaring razia polisi wilayatul hisbah (wh) saat berlangsung operasi penegakan syariat islam di lhokseumawe, provinsi aceh, rabu (25/5). dalam operasi penegakan qanun nomor 11 tahun 2002 tentang aqidah dan qanun aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayah itu seratusan pria dan wanita terjaring dan membuat peryataan tertulis lalu diberi pembinaan. antara foto/rahmad/foc/16.

tirto.id - Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (lahir di Cepu, Jawa Tengah, 7 Januari 1905 – meninggal di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, 5 September 1962 pada umur 57 tahun) adalah seorang tokoh Islam Indonesia yang memimpin pemberontakan Darul Islam melawan pemerintah Indonesia dari tahun 1949 hingga tahun 1962, dengan tujuan mengamalkan Pancasila dan mendirikan Negara Islam Indonesia berdasarkan hukum syariah.

Indonesia mengalami beberapa pemberontakan yang berusaha mengganti idiologi negara dari pancasila menjadi syariat islam. Pemberontakan itu dilakukan oleh Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan, Ibnu Hajar di Kalimantan Selatan, Daud Bereureh di Aceh dan Amir Fatah di Jawa Tengah. Ajaran islam dianggap paling merepresentasikan umat muslim yang menjadi penganut agama terbesar di Indonesia, namun islam tidak pernah menjadi idiologi terlarang di Indonesia, berbeda dengan komunisme.

Hasil penelitian dari Pew Research Center menyebutkan pertumbuhan pemeluk agama Islam di dunia diprediksi akan lebih banyak dibandingkan dengan jemaat Kristen. Bahkan, pada 2070, jumlah umat muslim diperkirakan paling besar di dunia. Badan Pusat Statistik Indonesia menyebut pada 2010, jumlah penganut agama Islam mencapai 87 persen dari penduduk Indonesia atau sekitar 207 juta jiwa. Sedangkan pemeluk Kristen mencapai 7 persen atau 16,6 juta orang. Ada pun di India dengan total penduduk 1 miliar jiwa pada 2013, penganut Hindu sekitar 80,5 persen atau 857 juta jiwa, dan pemeluk Islam sebanyak 16,4 persen atau 174 juta jiwa.

Baca juga artikel terkait SOSIAL BUDAYA atau tulisan lainnya dari Arman Dhani

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Arman Dhani
Penulis: Arman Dhani
Editor: Arman Dhani