Menuju konten utama

Alasan Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat

Alasan mengejutkan Ridho Rahmadi mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Ummat. Sebut sering sakit hingga ingin kembali ke habitat asli.

Alasan Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat
Mantan Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi (tengah) dan Amien Rais (dua dari kanan) menyampaikan sambutan saat penyerahan berkas pendaftaran sebagai partai politik calon peserta Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (12/8/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ridho Rahmadi resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Ummat pada akhir Agustus 2026 lalu.

Selain Ridho, Taufik Hidayat yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Ummat juga ikut mundur.

Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, mengatakan Musyawarah Majelis Syura ke-8 telah digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026 lalu. Majelis Syura pun telah menerima pengunduran diri Ridho dan Taufik.

“Majelis Syura menegaskan kepada publik bahwa transisi kepemimpinan ini merupakan bentuk perputaran roda organisasi berkala yang biasa terjadi demi penyegaran berkepanjangan serta pembagian beban kerja struktural di tingkat pusat,” tulis Amien Rais dalam keterangan resminya, dikutip Tirto pada Kamis (3/9/2026).

Partai Ummat kemudian menunjuk Ansufri ID Sambo atau akrab disapa Ustaz Sambo selaku Plt Ketua Umum dan Muhammad Sadiq sebagai Plt Sekjen.

“Plt Dewan Pengurus Pusat ditugaskan untuk segera melakukan konsolidasi organisasi nasional serta mempersiapkan proses pendaftaran perubahan administratif kepengurusan transisi ini kepada Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia guna mendapatkan pengesahan resmi,” tulis Amien.

Alasan Ridho & Taufik Mengundurkan Diri

Ustaz Sambo lantas menjelaskan alasan pengunduran diri Ridho Rahmadi dari posisi Ketum Partai Ummat.

Menurut Sambo, Ridho mengundurkan diri karena mengalami kesulitan untuk membagi waktu, pikiran, dan tenaga antara mengurus Partai Ummat sekaligus menjadi Direktur Politeknik AI di Yogyakarta.

Sambo menjelaskan, selama satu tahun terakhir, Ridho sejatinya sudah mencoba untuk menjalankan kedua tugas tersebut secara bersamaan. Namun, fisiknya tidak lagi sanggup.

“Karena dua tanggung jawab yang besar itu, akhirnya berdampak pada kesehatan beliau menjadi sering sakit,” kata Sambo saat dihubungi Tirto pada Kamis.

Selain itu, keputusan untuk mengundurkan diri itu juga berdasarkan hasil renungan Ridho bersama keluarga sekaligus mertuanya, Amien Rais.

Hasilnya, Ridho pun mantap untuk mengundurkan diri dan tetap aktif di Partai Ummat sebagai anggota Majelis Syura.

“Akhirnya beliau dengan bulat hati memutuskan untuk mundur dari Ketum Partai Ummat tapi tetap berkiprah di partai sebagai anggota Majelis Syura,” jelasnya.

Sedangkan untuk Taufik, Sambo menyebut, alasannya mengundurkan diri adalah sebagai bentuk solidaritas dengan Ridho yang telah bulat mengundurkan diri.

Di sisi lain, Taufik juga menginginkan agar ada penyegaran di tubuh pimpinan DPP Partai Ummat.

“Dan Pak Taufik tetap aktif membantu partai Ummat dengan penugasan yang baru, Insya Allah,” paparnya.

Saat dihubungi Tirto, Ridho membenarkan bahwa alasan pengunduran dirinya itu karena ia ingin fokus menjabat sebagai direktur di Politeknik AI Yogyakarta.

Menurutnya, dalam organisasi modern, ketika seorang pelari sudah mulai “ngos-ngosan”, akan ada pengganti yang membantu mencapai garis finis.

“Kalau pelari di depan mulai ‘ngos-ngosan’, ya disambut estafet pelari selanjutnya, sehingga tim tetap mencapai garis finis,” kata Ridho.

“Saya sekarang kembali ke kampus Politeknik Artificial Intelligence BMD, ke habitat asli,” lanjutnya.

Baca juga artikel terkait PARTAI UMMAT atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah