Menuju konten utama

Akses Jalan di Batu Busuak Padang Terputus, Warga Terisolasi

Jalan tersebut putus akibat luapan sungai yang dipicu curah hujan yang melanda Kota Padang, Sumatra Barat, dalam beberapa hari terakhir.

Akses Jalan di Batu Busuak Padang Terputus, Warga Terisolasi
Jalan Batu Busuak Padang, Sumatra Barat, terputus karena luapan sungai. Foto: tirto.id/Fajar Alfaridho Herman

tirto.id - Curah hujan tinggi yang melanda Kota Padang, Sumatra Barat, dalam beberapa hari terakhir masih berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Sejumlah aliran sungai meluap dan mengancam permukiman warga, salah satunya terjadi di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.

Luapan sungai di wilayah tersebut mengakibatkan satu-satunya akses jalan menuju beberapa perkampungan terputus, sehingga puluhan kepala keluarga dengan ratusan jiwa terancam terisolasi.

Pantauan kontributor Tirto di lokasi menunjukkan, badan jalan sepanjang sekitar puluhan meter rusak parah akibat tergerus aliran sungai.

Meski debit air tidak selalu tinggi, warga hanya dapat melintasi lokasi tersebut saat cuaca stabil.

Selain menyeberangi aliran sungai secara langsung, masyarakat juga memanfaatkan jalan darurat di sisi tebing yang curam sebagai jalur alternatif.

Petugas gabungan bersama warga setempat tampak berjaga di lokasi untuk membantu proses penyeberangan.

Mereka juga menyusun bebatuan guna membentuk bendungan sederhana agar aliran sungai tidak terus menggerus sisi perbukitan yang rawan longsor.

Salah seorang warga, Asril (57), mengatakan jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju lima perkampungan di Kelurahan Lambung Bukit, yakni Bukik Tabua, Sikayan, Muaro Banda, Lubuak Kabun, dan Rimbo Panjang.

“Ini akses jalan satu-satunya, tidak ada jalan lain lagi. Kalau putus, semua kampung di sana terisolasi,” kata Asril, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan, banjir pertama yang terjadi pada Kamis (27/11/2025) lalu sempat memutus jalan utama, namun masih menyisakan lahan perkebunan warga yang kemudian dijadikan jalan alternatif.

Namun, hujan dengan intensitas tinggi yang terus berlangsung membuat debit air meningkat dan kembali menggerus tanah, sehingga jalur alternatif tersebut juga hancur dan tidak dapat dilewati.

Menurut Asril, kondisi terparah terjadi pada Minggu (14/12/2025), saat banjir kembali melanda dan memutus total akses jalan utama.

Akibatnya, ratusan rumah di kawasan Batu Busuak kembali terendam, memaksa warga yang sebelumnya sudah kembali ke rumah masing-masing untuk kembali mengungsi.

“Waktu itu hujan lebat, sungai meluap lagi. Warga dievakuasi, ada yang ke posko pengungsian, ada juga yang ke perbukitan. Saya sendiri mengungsi ke perbukitan karena jalan putus dan air besar,” ujarnya.

"Setiap hujan lebat dan aliran sungai meluap pasti selalu seperti itu, kami selalu memilih mengungsi ke perbukitan, karena kami sudah trauma di kejadian sebelumnya," tambahnya.

Setelah banjir berangsur surut, ratusan warga yang sempat terisolasi akhirnya berhasil dievakuasi ke posko pengungsian yang lebih aman.

Meski demikian, kekhawatiran masih dirasakan warga karena kondisi cuaca yang belum menentu dan akses jalan yang belum sepenuhnya pulih.

Asril berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut, mulai dari normalisasi aliran sungai hingga perbaikan infrastruktur jalan.

“Kami berharap sungai segera dinormalisasi supaya alirannya tidak terus menggerus tanah. Perbaikan jalan juga sangat dibutuhkan karena masih banyak warga yang tinggal di sana dan menggantungkan hidup dari pertanian di sekitar aliran sungai. Ini satu-satunya akses kami,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Reporter: Fajar Alfaridho Herman
Kontributor: Fajar Alfaridho Herman
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama