Menuju konten utama

AI Seedance dari Bytedance Diyakini Ungguli Sora 2, Ini Fiturnya

AI Seedance 2.0 dari Bytedance dinilai lebih unggul dari mesin kecerdasan buatan serupa yang memproduksi video. Simak beragam fitur yang dimilikinya.

AI Seedance dari Bytedance Diyakini Ungguli Sora 2, Ini Fiturnya
Ilustrasi Seedance AI. (FOTO/seedance.ai)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perusahaan pemilik TikTok, Bytedance, baru saja mengumumkan teknologi kecerdasan imitasi (AI) untuk memproduksi video bernama Seedance 2.0. Generator video berbasis AI ini kini telah dibuka untuk pengguna beta. Apa saja fiturnya?

Menukil CNET, Bytedance belum merilis informasi terkait kapan AI Seedance bisa digunakan secara luas, namun fitur Seedance 2.0 disebut memuaskan para penggemar AI.

Teknologi ini disebut mampu menghasilkan video dengan gerak objek yang lebih realistis dan pemahaman lebih terhadap prompt. Seedance 2.0 juga disebut lebih unggul dari kompetitornya macam Sora 2 yang dibuat OpenAI.

Selain menjadikan Seedance sebagai aplikasi tersendiri, Bytedance juga berencana untuk menjadikan Seedance dapat digunakan di berbagai aplikasi mereka yang lain, termasuk Deamina dan CapCut.

Dalam video-video hasil Seedance yang beredar luas, tampak video dengan tarian yang tampak realistis hingga pertarungan bela diri. Semuanya disebut berasal dari teks prompt.

Perusahaan pengembang aplikasi AI lainnya, seperti TopView AI dan Atlas Cloud, juga dilaporkan tengah berencana menggunakan Seedance dalam sejumlah fitur mereka. Situs Atlas Cloud menyebut Seedance 2.0 akan segera tersedia di platform itu pada akhir Februari 2026.

Fitur-fitur AI Seedance 2.0

Fitur utama Seedance 2.0 adalah peningkatan pemahaman AI terhadap gerak objek dan hukum fisika. Hal ini membuat gerak objek dalam video tampak lebih realistis dan meyakinkan.

Selain pemahaman akan gerak objek berdasarkan hukum fisika, Seedance 2.0 juga dilaporkan mampu menghasilkan video berdurasi maksimal 20 detik. Selama 20 detik itu video disebut memiliki konsistensi temporal.

Hal ini berbeda dari generasi 1.0 yang hanya mampu menghasilkan video berdurasi 5-8 detik.

Meskipun tampak tidak signifikan, namun 20 detik dianggap sudah cukup untuk menghasilkan video dengan tujuan khusus. Misalnya, video ini sa untuk membuat iklan media sosial secara lengkap ataupun demonstrasi produk.

Seedance 2.0 juga disebut memiliki tingkat kepatuhan terhadap prompt kompleks yang lebih baik. Hal ini memungkinkan pemrosesan prompt berisi banyak klausa, deskripsi pergerakan kamera, dan tindakan berurutan dengan akurasi yang lebih baik.

Pembaruan signifikan pada Seedance 2.0 itu kemudian membuat teknologi baru Bytedance dianggap dapat menyamai atau bahkan melampaui kualitas Sora bikinan Open AI. Biaya untuk mengakses seluruh fitur Seedance 2.0 juga diproyeksikan bakal lebih rendah dari Sora 2.

Akan tetapi, sama halnya dengan generator video berbasis AI lainnya, Seedance 2.0 juga dihadapkan pada masalah terkait hukum dan etika. Salah satunya masalahnya terkait hak cipta.

Pada 2025 lalu, Disney dan sejumlah perusahaan lain telah menggugat perusahaan AI, Midjourney, atas dugaan pelanggaran hak cipta. Perusahaan AI lainnya, Kuaishou, juga baru-baru ini didenda Pemerintah Cina karena gagal mengekang pornografi di platform AI milik mereka.

Baca juga artikel terkait TEKNOLOGI AI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar