tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperluas uji coba sistem digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) mulai Juni 2026. Langkah ini diambil usai data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya ketidaktepatan sasaran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang mencapai 45 persen.
“Berdasarkan estimasi Susenas 2024, dan juga ada kajian yang dilakukan oleh FDN, memang ada kurang tepatnya sasaran. Jadi dalam kasus PKNH ini, yang disebut dengan miss target itu sampai 45%,” kata Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital, Mira Tayyiba, dalam konferensi pers di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Selasa (26/5/2026).
Mira bilang, tidak tepatnya penerima manfaat dari bantuan PKH berakar pada kualitas data yang tidak sinkron.
“Seperti data instansi yang belum sepenuhnya tertumbuh, ini menyebabkan risiko data ganda, tidak konsisten, ataupun belum terkini, serta proses verifikasi yang masih panjang,” jabarnya.
Merespons masalah tersebut, Komdigi meluncurkan perluasan piloting terkait digitalisasi bantuan sosial berbasis data melalui portal website Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Uji coba sistem digitalisasi perlinsos ini mengandalkan dua aspek yang bekerjasama, yakni Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendag) serta Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) yang merupakan program hasil pengembangan Komdigi.
Melalui sistem tersebut, verifikasi penerima bansos dilakukan dengan menghubungkan data dari sejumlah lembaga, mulai dari perbankan, PLN, hingga BPJS. Meski demikian, pemerintah mengklaim proses integrasi dilakukan tanpa memindahkan maupun menyalin data antarinstansi, melainkan hanya melalui mekanisme pertukaran dan pencocokan data secara terhubung.
“Dalam konteks ini, SPLP tidak mengambil alih data milik instansi lain. SPLP juga tidak memindahkan data dari masing-masing instansi pemilik data,” ujar Mira.
Mira menjelaskan, sistem ini baru diluncurkan di Kabupaten Banyuwangi sejak September 2025. Kini, Komdigi menyiapkan rencana perluasan piloting ke 42 kota dan kabupaten yang diagendakan pada bulan Juni 2026.
Perluas uji coba digitalisasi portal Perlinsos akan dilakukan secara bertahap. “Skema ini masih dalam tahap piloting untuk melihat apakah sistem tersebut praktis dan dapat diterapkan sesuai kondisi di masing-masing daerah,” tandas Mira.
==========
Khaila Adinda berkontribusi dalam tulisan artikel ini.
Penulis: Intern tirto
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































