Menuju konten utama

4 Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Faiz Belum Ditemukan

Pendaki asal Aceh Utara Faiz Hidayat sudah empat hari hilang di Gunung Seulawah Agam. Tim SAR gabungan perluas area pencarian di tengah kabut tebal.

4 Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Faiz Belum Ditemukan
Tim Sar gabungan melakukan pencarian terhadap pendaki yang hilang di gunung Seulawah Agam, Aceh Besar, Rabu (3/6/2026). Foto/Basarnas Banda Aceh
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23), masih belum ditemukan setelah memasuki hari keempat hilang di kawasan puncak Gunung Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar. Tim SAR gabungan kini memperluas area penyisiran di tengah kendala cuaca kabut tebal yang membuat jarak pandang terbatas, Rabu (3/6/2026).

Di tengah upaya pencarian yang terus dilakukan tim SAR gabungan, kasus ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dan pendataan pendaki di salah satu destinasi pendakian paling populer di Aceh.

Faiz Hidayat, warga Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan hilang setelah terpisah dari rombongannya di kawasan puncak Gunung Seulawah Agam, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu (31/5/2026) siang.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh menerima laporan resmi terkait hilangnya korban pada Selasa (2/6/2026) pukul 06.30 WIB dari personel Polsek Lembah Seulawah. Setelah menerima laporan, tim SAR langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian. Namun hingga Rabu (3/6/2026), upaya pencarian belum membuahkan hasil.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga tim pencari untuk menyisir sejumlah sektor yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

"Tim 1 melakukan pencarian di kawasan puncak Gunung Seulawah. Tim 2 melakukan penyisiran ke arah timur menuju Lamteuba dengan bantuan anjing pelacak K-9 Basarnas Banda Aceh. Sedangkan Tim 3 melakukan pencarian ke arah selatan dari titik terakhir korban diketahui berada," kata Al Hussain.

Untuk hari keempat, lanjut Al Hussain, pencarian yang akan berlangsung Kamis (4/6/2026), tim SAR berencana memperluas area penyisiran dengan fokus pada kawasan puncak gunung, jalur menuju Lamteuba di sisi timur, serta sektor selatan dari lokasi terakhir korban.

Meski demikian, operasi pencarian menghadapi kendala cuaca. Kabut tebal yang menyelimuti sebagian kawasan Gunung Seulawah membuat jarak pandang tim pencari menjadi terbatas.

"Jarak pandang terbatas akibat kabut yang menyelimuti sebagian kawasan Gunung Seulawah," ujar Al Hussain.

Sementara itu, aktivitas pendakian di Gunung Seulawah Agam masih tetap dibuka dengan syarat pendaki melakukan pendataan di posko utama dan Posko Camp Beringin 7 yang berjarak sekitar empat jam perjalanan dari posko utama.

Di balik operasi pencarian yang berlangsung, hilangnya Faiz juga memunculkan sorotan terhadap tata kelola pendakian di Gunung Seulawah Agam. Gunung dengan ketinggian 1.810 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang berada dalam kawasan Tahura Pocut Meurah Intan itu selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan favorit pendaki di Aceh.

Namun, berbeda dengan sejumlah gunung wisata lainnya di Indonesia, pendakian di Gunung Seulawah belum menerapkan sistem perizinan dan verifikasi pendaki yang ketat.

Mizanul Afra, seorang pendaki asal Banda Aceh yang mendaki gunung tersebut pada Sabtu (30/5/2026), mengaku tidak diminta menunjukkan identitas maupun surat keterangan kesehatan saat memasuki jalur pendakian.

"Kami cuma diminta uang Rp50 ribu sama orang yang jaga disitu, itu untuk dua orang dan satu motor," ujarnya saat diwawancarai kontributor tirto.id di Banda Aceh, Rabu (3/6/2026).

Seharusnya kawasan wisata alam dengan tingkat risiko tinggi seperti pendakian gunung menerapkan prosedur standar. Antara lain berupa registrasi identitas, pemeriksaan kesehatan, serta pencatatan jumlah pendaki secara rinci guna memudahkan proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.

Kasus hilangnya Faiz Hidayat menjadi pengingat penting bahwa keselamatan pendaki tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada sistem pengelolaan kawasan wisata alam yang tertib, terdata, dan terawasi dengan baik.

Baca juga artikel terkait PENDAKI HILANG atau tulisan lainnya dari Firhan Farabi

tirto.id - Flash News
Reporter: Firhan Farabi
Penulis: Firhan Farabi
Editor: Siti Fatimah